HEBEI, Radio Bharata Online - Setelah hampir 25 tahun lamanya di culik, seorang pria di Tiongkok, Xie Qingshuai dipertemukan dengan keluarganya di provinsi Hebei berkat teknologi pengenalan wajah Artificil intelegence( AI).
Sebagai informasi, Xie Qingshuai diculik pada Januari 1999, ketika dia ditinggalkan sendirian di rumah di Kota Xingtai saat ibunya pergi berbelanja. Keluarganya telah menghabiskan beberapa dekade untuk mencarinya, pertama ke seluruh Xingtai, lalu ke provinsi tetangga, dan akhirnya ke seluruh daratan Tiongkok.
Pencarian keluarga tersebut menjadi berita utama pada tahun 2022 ketika mereka menawarkan hadiah sebesar 200.000 Yuan (sekitar Rp433 juta) untuk setiap petunjuk berguna tentang putra mereka dan 1 juta Yuan (sekitar Rp2,1 miliar) untuk menemukannya.
Pada 27 November, polisi Hebei berhasil menemukan Xie Qingshuai menggunakan perangkat lunak AI Deepglint yang memanfaatkan "algoritme perbandingan wajah lintas usia."
Hasil DNA yang diterima keluarga pada 28 November memastikan identitas Xie Qingshuai yang mengakhiri perpisahan selama seperempat abad.
Belakangan ini, teknologi pengenalan wajah dan kecerdasan buatan semakin menjadi alat penting dalam menemukan orang yang hilang di Tiongkok, dengan beberapa perusahaan teknologi seperti Baidu dan Tencent berkolaborasi dengan pihak berwenang untuk meningkatkan sistem pencarian. [sixthtone]