KINSHASA, Radio Bharata Online - Upaya penyelamatan warga yang hilang dan penemuan mayat, terus dilakukan dengan sedikitnya 400 orang dipastikan meninggal dunia, setelah banjir dan tanah longsor dahsyat melanda Provinsi Kivu Selatan, Republik Demokratik Kongo, pekan lalu.
Dalam komunike terbarunya yang dirilis pada hari Selasa, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB mengatakan, bahwa banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di bagian timur Republik Demokratik Kongo pada tanggal 4 dan 5 Mei, telah melukai sedikitnya 150 orang. Mereka menambahkan bahwa kebutuhan yang paling mendesak adalah mengatur evakuasi orang-orang yang terluka parah, untuk memastikan mereka mendapatkan perawatan medis yang tepat waktu dan memadai.
Banjir parah setelah hujan lebat yang melanda negara itu minggu lalu, dikatakan telah menyapu bersih seluruh desa bersama dengan tanaman dan ternak, menyebabkan ribuan orang hilang, dan banyak orang yang selamat kehilangan tempat tinggal.
Dalam sebuah pernyataannya, PBB menyebutkan, kondisi kehidupan dan sanitasi yang buruk setelah banjir, menciptakan risiko penyakit yang tinggi seperti infeksi kulit dan penyakit diare, terutama di daerah yang dekat dengan Danau Kivu, di mana kolera merupakan penyakit endemik. Disebutkan, tempat tinggal, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya sangat dibutuhkan bagi masyarakat yang telah kehilangan segalanya. PBB juga melihat anak-anak yang kehilangan orang tua mereka dan membutuhkan perlindungan.
Bulan lalu, PBB memperingatkan bahwa banjir besar akibat hujan musiman dan siklon tropis, dapat menyebabkan wabah kolera di 12 negara Afrika, dengan Afrika Selatan, Tanzania, dan Zimbabwe menjadi yang terbaru dalam mendeteksi penyakit yang ditularkan melalui air ini. (China Daily)