Beijing, Radio Bharata Online - Tiongkok akan memperluas aplikasi industri 5G dan mempromosikan penelitian serta pengembangan 6G karena berfungsi untuk membangun perbatasan teknologi masa depan, kata regulator industri utama negara itu pada hari Minggu (4/6).

Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok, Jin Zhuanglong, pada pembukaan Pameran Internasional Pos dan Telekomunikasi (PT) tahunan Tiongkok ke-31 di Beijing, sebuah pameran industri telekomunikasi Tiongkok.

Menurut Jin, kementerian akan bekerja untuk lebih memperkaya dan memperluas skenario aplikasi 5G, memperdalam integrasi internet industri, meningkatkan sistem teknologi internet industri, sistem standar dan aplikasi, dan membangun grup pabrik 5G dengan penuh semangat guna mempromosikan pengembangan industri manufaktur yang cerdas, hijau, dan terintegrasi.

Ia juga mengatakan Tiongkok akan meningkatkan jangkauan jaringan berkualitas tinggi seperti 5G dan jaringan optik gigabyte dengan terus mengoptimalkan tata letak infrastruktur, dan membangun sejumlah pabrik 5G.

"Kita perlu mengoptimalkan tata letak infrastruktur, memperkuat fondasi untuk pengembangan ekonomi digital, mempercepat pengembangan sistematis infrastruktur informasi baru, mendorong pembangunan kota gigabyte, dan meningkatkan kedalaman dan keluasan jangkauan jaringan berkualitas tinggi, termasuk jaringan optik 5G gigabyte," jelas Jin.

Pada Juni 2019, Tiongkok secara resmi mengeluarkan lisensi 5G, menjadi salah satu negara pertama yang menerapkan teknologi tersebut. Empat tahun kemudian, Tiongkok terus mengembangkan, berinovasi, dan menerapkan teknologi mutakhir.

Operator telekomunikasi Tiongkok, China Mobile Communication Group dan China United Network Communications Group, mendorong untuk mempromosikan 5G, mendahului penelitian tentang 6G.

"Kami akan sepenuhnya melepaskan nilai dan dividen inovasi 5G. Dengan memanfaatkan permintaan pasar, kami akan mendorong pertumbuhan industri TIK melalui inovasi 5G, sekaligus mendorong perkembangan konsumsi informasi. Hal ini akan menghasilkan efek limpahan yang signifikan, dan dampak pengganda, di seluruh rantai nilai industri," ungkap Liu Liehong, Kepala China United Network Communications Group.

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk mengatasi tantangan teknologi utama dan mempercepat evolusi 5G menuju integrasi dengan langit dan bumi, jaringan cerdas, dan integrasi sensorik. Kami juga akan secara proaktif melakukan penelitian tentang teknologi 6G, untuk meningkatkan pengaruh internasional kami di industri ini," ujar Dong Xin, Manajer Umum China Mobile Communication Group.

Lebih banyak upaya diharapkan dapat menciptakan lingkungan pengembangan yang baik, membimbing dan mendukung perusahaan untuk meningkatkan penelitian dan pengembangan serta mempercepat pengembangan industri digital baru yang muncul seperti kecerdasan buatan, blockchain, komputasi awan, dan keamanan jaringan.

Data dari kementerian menunjukkan bahwa hingga akhir April 2023, Tiongkok telah membangun 2,73 juta BTS 5G.