Beijing, Radio Bharata Online - Mao Ning, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, pada konferensi pers hari Jum'at (2/6) mengatakan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) merupakan tonggak penting dalam integrasi ekonomi Asia Timur.
Mao membuat pernyataan ini ketika mengomentari perjanjian yang berlaku penuh setelah Allan Gepty, negosiator utama Filipina dalam pembicaraan RCEP, mengatakan pada hari Jum'at (2/6) bahwa perjanjian itu mulai berlaku untuk negara tersebut. Ini berarti RCEP telah berlaku untuk semua 15 pihak penanda tangan.
Perjanjian RCEP ditanda tangani pada November 2020. Ini mulai berlaku pada 1 Januari 2022 untuk Tiongkok dan sembilan negara lainnya. Penanda tangan lainnya menerapkan kesepakatan perdagangan pada bulan-bulan berikutnya setelah ratifikasi.
Filipina adalah negara terakhir yang meratifikasi kesepakatan perjanjian perdagangan bebas terbesar di dunia tersebut, yang memudahkan akses pasar ke negara-negara termasuk 10 anggota ASEAN, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.
"RCEP adalah tonggak penting dalam integrasi ekonomi Asia Timur. Pemberlakuan penuh RCEP sepenuhnya menunjukkan bahwa 15 pihak yang mengadakan kontrak mendukung sistem perdagangan multilateral dengan tindakan praktis dan berkomitmen bersama untuk terus mempromosikan secara komprehensif kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan dan tingkat tinggi," ujar Mao.
"Tiongkok bersedia bekerja dengan semua pihak untuk mengimplementasikan RCEP dengan baik, dan menyuntikkan lebih banyak dorongan untuk memperdalam integrasi ekonomi regional dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional dan global," imbuhnya.