Beijing, Bharata Online - Menteri Perikanan dan Kebijakan Kelautan Norwegia, Marianne Sivertsen Naess, berjanji untuk lebih memperkuat kerja sama perdagangan makanan laut dengan Tiongkok pada hari Minggu (30/11).
Pernyataan itu disampaikan di sela-sela acara peluncuran proyek kerja sama makanan laut antara Kementerian Perikanan dan Kebijakan Kelautan Norwegia dan jaringan supermarket Freshippo milik Alibaba di Beijing. Di sana, Marianne mengungkapkan rasa senangnya melihat tingginya popularitas makanan laut Norwegia di pasar Tiongkok.
"(Saya) sangat bangga dengan betapa konsumen Tiongkok sangat menyukai makanan laut Norwegia. Dan saya sepenuhnya mengerti alasannya karena makanan laut ini sehat, diproduksi secara berkelanjutan, dan berasal dari perairan Norwegia yang jernih dan dingin. Kami akan memastikan bahwa kami dapat melanjutkan kolaborasi ini dan memastikan bahwa konsumen (Tiongkok) akan menikmati makanan laut terbaik, terlezat, dan tersehat di meja makan mereka sepuasnya," ujar Marianne Sivertsen Naess.
"Saya juga senang pemerintah Norwegia bekerja sama dengan otoritas Tiongkok untuk memastikan perdagangan ini berjalan lebih efektif. Kami melakukan banyak hal bersama untuk memastikan bahwa kami dapat melanjutkan perdagangan ini bersama-sama," imbuhnya.
Norwegia adalah produsen salmon Atlantik terbesar di dunia berdasarkan produksi.
Menurut Dewan Makanan Laut Norwegia, Tiongkok telah meningkat dari pasar ekspor makanan laut terbesar keenam Norwegia pada tahun 2024 menjadi terbesar ketiga tahun ini, menjadikannya negara dengan pertumbuhan tercepat di antara 10 tujuan ekspor utama Norwegia.
Salmon terus menempati posisi teratas dalam ekspor makanan laut Norwegia ke Tiongkok. Menurut data dewan tersebut, dalam delapan bulan pertama tahun ini, volume ekspor salmon Norwegia ke Tiongkok mencapai lebih dari 61.300 metrik ton, melonjak 120 persen dari tahun ke tahun, dan nilai ekspornya mencapai 5,4 miliar krona Norwegia (sekitar 9,1 triliun rupiah), naik 66 persen secara tahunan.
Dewan tersebut mengatakan, selama periode yang sama, total nilai ekspor makanan laut Norwegia ke Tiongkok mencapai 8 miliar krona Norwegia (sekitar 13 triliun rupiah), tumbuh 43 persen tahun ke tahun.