Beijing, Bharata Online - Hortiflorexpo IPM Beijing tahun ini, yang berlangsung dari tanggal 10 hingga 12 April 2026, menampilkan berbagai macam varietas tanaman yang mudah dirawat dan minim perawatan, serta solusi hortikultura inovatif untuk berkebun di rumah, yang mencerminkan pengaruh konsumen muda yang semakin besar di sektor hortikultura rumah tangga di Tiongkok.

Di pameran tersebut, para peserta menampilkan pilihan varietas tanaman yang ideal untuk ditanam di balkon, yang hanya membutuhkan sedikit waktu dan perawatan untuk tumbuh subur dan sesuai dengan kebutuhan para tukang kebun rumahan perkotaan yang sibuk.

Di antara penawaran yang menonjol adalah varietas amaryllis, bunga rumah tangga yang dicintai dan terkenal karena ketahanannya. Umbi amaryllis berlilin, yang dapat mekar tanpa air atau tanah, telah mendapatkan popularitas luas di pasaran.

Tahun ini, para peserta juga memperkenalkan kultivar amaryllis kelopak ganda hasil persilangan sendiri yang belum diluncurkan, yang masing-masing mampu menghasilkan tiga hingga lima bunga per bract dengan periode mekar sekitar satu bulan. Varietas-varietas ini dapat berbunga dengan andal tahun demi tahun, dengan kultivar putih pilihan yang memiliki aroma lembut dan halus.

Seorang peserta pameran dan penangkar menjelaskan pertimbangan utama di balik program penangkaran amaryllis perusahaan tersebut.

"Pekerjaan penangkaran amaryllis kami berpusat pada kebutuhan dan preferensi budaya konsumen Tiongkok. Konsumen Tiongkok menyukai varietas dengan aroma ringan, bunga merah cerah, dan karakteristik yang kuat serta mudah tumbuh. Kami juga memprioritaskan varietas yang dapat berbunga selama Festival Musim Semi, yang semuanya merupakan fokus utama upaya penangkaran kami," ujar peserta pameran, Zhou Shiming.

Selain bunga umbi yang mudah dirawat, pameran ini juga menyoroti paphiopedilum, yang sering dianggap sebagai "barang mewah" di dunia bunga karena biaya penangkarannya yang tinggi dan siklus pertumbuhannya yang sangat lambat.

Misalnya, kultivar "Panda Smile" membutuhkan waktu enam hingga tujuh tahun untuk tumbuh dari bibit menjadi tanaman berbunga, sementara bahkan varietas yang tumbuh paling cepat membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun untuk matang. Terlepas dari penampilannya yang halus dan mewah, tanaman ini ternyata sangat mudah perawatannya. Mereka hanya perlu disiram seminggu sekali jika dijauhkan dari sinar matahari langsung, dengan periode berbunga rata-rata satu hingga dua bulan, tergantung pada varietasnya.

Peserta paameran Deng Keyun menjelaskan visi di balik pekerjaan persilangan perusahaannya.

"Kami telah melakukan persilangan untuk membudidayakan varietas yang beragam dan menakjubkan yang beradaptasi dengan mudah dengan kebiasaan hidup sehari-hari manusia. Jika lingkungan nyaman bagi manusia, maka akan nyaman juga bagi bunga. Kami berharap keragaman dan keindahan paphiopedilum dapat dicintai dan dihargai oleh lebih banyak orang," katanya.

Bagi para tukang kebun rumahan yang kesulitan menjaga tanaman kesayangan mereka yang membutuhkan perawatan tinggi agar tetap tumbuh subur, pameran ini juga menghadirkan solusi inovatif: media tanam baru yang canggih.

Media tanam ini, yang sebagian besar terdiri dari sabut kelapa dan polimer berbobot molekul tinggi, memiliki kapasitas retensi air yang luar biasa sambil mempertahankan integritas strukturnya bahkan setelah menyerap air.

Tanaman dapat ditanam di media tanam itu tanpa media tanam atau dengan tanah aslinya dan hanya perlu disiram ketika media tanam menunjukkan penyusutan yang terlihat. Tersedia dalam ukuran yang cukup kecil untuk budidaya bibit, media ini memiliki aplikasi mulai dari berkebun di balkon rumah hingga pertanian terlindungi dan pembibitan komersial skala besar.

Peserta pameran Gong Yuke menyoroti keunggulan utama produk dan berbagai aplikasinya.

"Media ini menawarkan retensi air dan nutrisi yang unggul, serta permeabilitas udara yang sangat baik, yang menciptakan lingkungan yang jauh lebih menguntungkan bagi perkembangan akar tanaman. Media ini telah banyak digunakan dalam berbagai skenario termasuk berkebun di rumah, penanaman di balkon, proyek penghijauan vertikal, dan budidaya bibit skala besar," jelas Gong.