BEIJING, Radio Bharata Online - Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang juga sekretaris jenderal Komite Sentral CPC, dan Presiden Rusia Vladimir Putin, pada hari Senin masing-masing mengirimkan surat ucapan selamat, kepada pertemuan ke-10 mekanisme dialog antara partai-partai yang berkuasa di Tiongkok dan Rusia. Fakta ini menunjukkan bahwa kedua pemimpin sangat mementingkan mekanisme dialog antara partai-partai yang berkuasa, dan bahwa mekanisme semacam ini berfungsi sebagai pilar penting hubungan bilateral, juga bahwa Tiongkok dan Rusia siap meningkatkan komunikasi yang erat antara partai-partai yang berkuasa.

Dalam surat ucapan selamatnya, Xi Jinping menyampaikan salam yang hangat atas terselenggaranya pertemuan tersebut. Menurut Xi, perubahan-perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya, kini berlangsung semakin cepat, dan dunia telah memasuki periode baru yang penuh dengan kekacauan dan transformasi.  Dikatakan, hubungan Tiongkok-Rusia telah bertahan dalam ujian berat perubahan lanskap internasional, mempertahankan tingkat perkembangan yang tinggi, menjadi contoh model baru hubungan negara-negara besar, dan memainkan peran strategis yang lebih menonjol, dalam kestabilan dan pembangunan global.

Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin dalam surat ucapan selamatnya mengatakan, kemitraan koordinasi strategis komprehensif Rusia-Tiongkok berada pada tingkat tertinggi dalam sejarah, dan kedua negara bekerja sama untuk memajukan sejumlah proyek kerja sama berskala besar, antara lain di bidang ekonomi, transportasi, energi, dan budaya. Kedua negara mengoordinasikan posisi melalui saluran bilateral dan mekanisme multilateral, seperti Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) dan BRICS untuk menyelesaikan berbagai masalah internasional utama, dan mendorong pembangunan tatanan internasional yang lebih adil dan demokratis.

Sebagai partai yang berkuasa di Rusia dan Tiongkok, Partai Rusia Bersatu dan CPC telah melakukan interaksi tingkat tinggi dan konstruktif, serta mendorong perkembangan pesat kerja sama bilateral di berbagai bidang. (Global Times)