Beijing, Radio Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok, Wu Qian, pada konferensi hari Kamis (31/8) pers di Beijing mengatakan tentara Tiongkok dan AS mempertahankan pertukaran yang efektif, namun ada kesulitan yang disebabkan oleh tindakan provokatif pihak AS yang menghambat hubungan yang stabil.
Wu membuat pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang apakah pertukaran antara kedua militer telah ditangguhkan sejak kedua menteri pertahanan gagal bertemu selama Dialog Shangri-La pada bulan Juni 2023 lalu.
"Pertama-tama, saya ingin menunjukkan bahwa pertukaran militer antara Tiongkok dan AS tidak dalam keadaan terhenti, dan kedua belah pihak telah mempertahankan komunikasi yang jujur dan efektif melalui saluran militer dan diplomatik. Tapi, kita juga harus mengakui bahwa memang ada banyak kesulitan dan hambatan dalam hubungan saat ini antara kedua militer. Situasi ini sepenuhnya disebabkan oleh pihak AS," ujarnya.
"Selama beberapa waktu, AS telah berpegang teguh pada persepsinya yang keliru tentang Tiongkok, dan secara tidak masuk akal menahan dan menekan Tiongkok, AS telah mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok, menjual senjata dan mengembangkan hubungan militer dengan wilayah Taiwan, AS sering mengerahkan angkatan laut dan udara untuk memperkuat provokasi dan pencegahan militer di sekitar Tiongkok. Selain itu, AS telah menolak untuk mencabut sanksi yang tidak masuk akal terhadap para pemimpin Komisi Militer Pusat. Dalam keadaan seperti ini, tentara Tiongkok tentu saja harus melakukan tindakan balasan yang tegas," imbuh Wu.
"Kami sering mengatakan bahwa komunikasi tidak dapat berjalan tanpa prinsip, dan dialog tidak dapat berjalan tanpa garis bawah. AS berharap dapat merugikan kepentingan nasional Tiongkok ketika berkomunikasi dengan tentara Tiongkok seolah-olah tidak ada yang terjadi. Ini sepenuhnya merupakan angan-angan. Kami meminta AS untuk menunjukkan ketulusan, mengambil tindakan nyata, menemui Tiongkok di tengah jalan, untuk menciptakan kondisi agar hubungan kedua tentara kembali ke jalur yang benar," ungkapnya.