Nanning, Radio Bharata Online - Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, pada hari Minggu (17/9) mengatakan Tiongkok akan terus membuka diri lebih lebar kepada dunia luar dan berusaha menciptakan lingkungan bisnis yang lebih baik bagi para investor global.

Li membuat pernyataan tersebut ketika menyampaikan pidato pada upacara pembukaan Tiongkok-ASEAN Expo ke-20 dan KTT Bisnis dan Investasi Tiongkok-ASEAN di Kota Nanning, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, Tiongkok selatan.

Agenda utama acara tahun ini adalah meningkatkan perdagangan dan kerjasama ekonomi antara Tiongkok dan negara-negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) serta mempromosikan integrasi ekonomi regional.

Li mengatakan Tiongkok bersedia untuk memperluas kerja sama dengan ASEAN dalam bidang budaya, pariwisata dan pertukaran pemuda, serta meningkatkan saling pengertian dan persahabatan dengan organisasi ini.

"Tiongkok akan mematuhi kebijakan dasar nasional untuk membuka diri, memperdalam keterbukaan peraturan, regulasi, manajemen, standar dan sistem institusional lainnya, dan meningkatkan perlindungan hak kekayaan intelektual. Kami akan melakukan segala upaya untuk mempertahankan dan mempromosikan persaingan yang adil, dan berusaha untuk menciptakan lingkungan bisnis yang baik yang memungkinkan investor dari seluruh dunia merasa nyaman, terjamin, dan nyaman," jelasnya.

Data resmi menunjukkan bahwa hampir 2.000 perusahaan menghadiri pameran ini, naik lebih dari 18 persen dari edisi tahun lalu. Tiongkok tetap menjadi mitra dagang terbesar ASEAN selama 14 tahun berturut-turut, dan kedua belah pihak telah menjadi mitra dagang terbesar satu sama lain selama tiga tahun berturut-turut.