Beijing, Bharata Online - Busana-busana yang menarik perhatian dengan motif tradisional yang dihiasi sentuhan modern menjadi sorotan Pekan Mode Tiongkok 2026 edisi musim semi yang sedang berlangsung di Beijing, dengan para desainer memberikan sentuhan kontemporer pada beberapa tema klasik.
Edisi musim semi pekan mode dua tahunan ini diadakan di ibu kota Tiongkok dari tanggal 20 hingga 28 Maret 2026, dan telah menarik lebih dari 230 merek Tiongkok dan internasional serta lebih dari 400 desainer yang memamerkan karya mereka.
Pada peragaan busana bertema khusus yang diadakan dari Selasa (24/3) hingga Rabu (25/3), para desainer memamerkan karya mereka yang mengintegrasikan pola-pola inovatif dan elemen-elemen tradisional Tiongkok seperti brokat Song yang terkenal, jenis kain khas yang dikembangkan selama Dinasti Song (960-1279), dan bentuk tenunan pola jacquard yang tak salah lagi.
Hampir 100 desain busana siap pakai pria dan wanita dipamerkan dalam peragaan tersebut, yang menurut penyelenggara bertujuan untuk menciptakan perpaduan antara masa lalu dan masa kini.
"Terinspirasi oleh ribuan tahun keahlian dan warisan, kami mengintegrasikan pola tradisional dan keterampilan tenun dengan desain modern dan tenun yang cerdas, meluncurkan serangkaian produk fesyen yang memadukan pesona Tiongkok dengan tren kontemporer," ujar Xu Derong, Direktur Seni Shengze Silk Textile Fashion Show.
Pertunjukan ini juga menyoroti praktik dan desain yang lebih ramah lingkungan, dengan bahan-bahan berkelanjutan yang diubah menjadi karya fesyen yang trendi.