PARIS, Radio Bharata Online - Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA), baru-baru ini untuk kali yang pertama memproyeksikan, bahwa konsumsi bahan bakar fosil akan mencapai puncaknya sebelum 2030. Pemanfaatan bahan bakar kotor tersebut akan mengalami penurunan permanen, seiring dengan diberlakukannya kebijakan iklim global.
Seperti dilansir oleh The Guardian, meskipun penggunaan bahan bakar fosil menurun, namun penurunan suhu Bumi diperkirakan tidak akan cukup tajam guna menempatkan bumi pada suhu yang tepat, untuk membatasi kenaikan suhu hingga 1,5 derajat Celsius, di atas suhu pada masa pra-industri. Ini adalah titik temperatur yang dianggap penting untuk menghindari bencana iklim.
Kepala IEA, Fatih Birol, pada Selasa (12/9), menulis di Financial Times bahwa proyeksi tersebut akan menunjukkan bahwa dunia berada di titik puncak, titik balik yang bersejarah.
Birol mengatakan, lonjakan bahan bakar fosil yang lebih cepat dari perkiraan, terutama didorong oleh pertumbuhan spektakuler energi ramah lingkungan, termasuk panel surya dan kendaraan listrik.
Dia juga menyebutkan adanya pergeseran struktural dalam perekonomian Tiongkok, menjauhi industri berat yang boros energi, dan semakin cepatnya transisi Eropa dari penggunaan gas, setelah invasi Russia ke Ukraina.
Kendati demikian, Birol mengatakan perkiraan penurunan tersebut tidak cukup tajam untuk menempatkan dunia, pada jalur membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius. Menurutnya, hal ini memerlukan tindakan kebijakan yang jauh lebih kuat dan lebih cepat dari pemerintah.
Pada awal tahun ini, Birol memperingatkan produsen minyak besar dunia, untuk memberikan perhatian yang cermat terhadap laju perubahan. Dan mengalibrasi keputusan investasi mereka, terhadap perkiraan penurunan permintaan bahan bakar fosil.
Ahli strategi lembaga pemikir Carbon Tracker, Kingsmill Bond, seperti dikutip dari New Scientist, mengatakan, tenaga angin dan surya yang semakin murah, membuat penurunan harga batu bara, minyak, dan gas tidak dapat dihentikan. (The Guardians)