JAKARTA, Radio Bharata Online - Presiden AS Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping telah menyelesaikan pembicaraan selama lebih dari empat jam, dengan komitmen untuk menstabilkan hubungan bilateral yang tegang, dan memulihkan komunikasi militer kedua negara.

Untuk pertama kalinya dalam setahun, Kedua pemimpin bertemu pada hari Rabu di Filoli Estate, sebuah negara terpencil sekitar 40 kilometer selatan San Francisco.

Pertemuan ini bertepatan dengan pertemuan puncak tahunan 21 negara anggota Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), yang tidak jauh dari San Francisco. Kedua negara mendukung target energi baru terbarukan, dan mengatakan mereka akan berupaya mengurangi polusi metana dan plastik.

Dalam pertemuan tersebut, mereka mencapai kesepakatan untuk membuka kembali kontak militer yang terputus, setelah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat saat itu Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan pada Agustus 2022.

Menurut Kementrian Luar Negeri Tiongkok, kepada Biden, Xi mengatakan, pihak AS harus berhenti mempersenjatai Taiwan, dan mendukung reunifikasi damai Tiongkok.  Negara ini akan mewujudkan reunifikasi, dan hal ini tidak dapat dihentikan.

Kedua belah pihak juga berbeda pendapat mengenai Timur Tengah, di mana Tiongkok menyerukan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Sementara itu, AS telah memberikan dukungannya kepada Israel, dan menggunakan posisinya di Dewan Keamanan PBB untuk memveto seruan gencatan senjata.

Setelah pertemuan tersebut, kepada CCTV, Xi mengatakan bahwa dimulainya kembali dialog militer tingkat tinggi, dilakukan atas dasar kesetaraan dan rasa hormat. (Al Jazeera)