JAKARTA, Radio Bharata Online - Pertemuan yang telah lama dinanti antara presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden AS Joe Biden, menghasilkan komitmen untuk meningkatkan kerja sama bilateral di beberapa bidang utama. Komitmen itu termasuk pemberantasan narkotika, tata kelola kecerdasan buatan, dan urusan militer. Ini merupakan pertemuan tingkat tertinggi AS-Tiongkok, sejak kedua kepala negara bertemu tahun lalu di Bali, dan merupakan hasil dari upaya berbulan-bulan untuk menstabilkan hubungan. Pertemuan ini menetapkan “titik awal baru,” dengan harapan akan lebih banyak kolaborasi di masa depan.
Pertemuan tersebut mengisyaratkan, bahwa AS dan Tiongkok sebagian besar telah berkomitmen untuk menyelesaikan perbedaan mereka, dan terbuka untuk melakukan bisnis. Pemahaman bersama yang baru ini, membuka peluang besar bagi investor Tiongkok dan AS yang mencari investasi berkelanjutan.
Sebuah studi tahunan yang dilakukan oleh Kamar Dagang Amerika di Tiongkok Selatan yang dirilis awal tahun ini, menunjukkan bahwa 2.300 anggota Kamar Dagang Amerika di Tiongkok Selatan – yang mencakup hampir 40 persen dari seluruh bisnis, perdagangan, dan investasi AS-Tiongkok – memiliki lebih dari $18 miliar cadangan kas mereka, untuk diinvestasikan kembali di Tiongkok dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
Hubungan yang kuat antara Tiongkok dan AS merupakan inti kekuatan ekonomi dan keamanan dunia.
Presiden Xi Jinping mengatakan, Tiongkok dan AS hanya perlu menemukan cara yang tepat untuk bisa rukun satu sama lain.
Pertemuan di San Francisco, suatu hari nanti akan dikenal sebagai pemicu yang menyalakan api menuju hubungan Tiongkok-AS yang lebih baik. Presiden Xi menekankan bahwa landasan hubungan AS-Tiongkok, terletak pada pertukaran antar masyarakat. Hal ini juga berlaku bagi para pemimpin dan warga negara. Kedua negara besar ini, harus mencari cara untuk melanjutkan momen baik ini. (China Daily)