Tiongkok, Bharata Online - Roket peluncur Lijian-2 buatan Tiongkok menunjukkan kesiapannya untuk penyebaran komersial, setelah melaksanakan misi pertamanya untuk konstelasi internet satelit berskala besar pada hari Selasa (3/11).
Roket peluncur Lijian-2 Y2 lepas landas dari Zona Percontohan Inovasi Antariksa Komersial Dongfeng di Tiongkok Barat Laut pada hari Selasa (3/11) pukul 08.15 waktu Beijing.
Roket tersebut mengirimkan muatannya, yang terdiri dari 18 satelit, ke orbit yang telah direncanakan.
Ini merupakan penerbangan kedua bagi roket Lijian-2. Pada penerbangan perdananya tanggal 30 Maret 2026, roket ini menguji beberapa teknologi utama dan meluncurkan prototipe wahana antariksa kargo Qingzhou ke orbit.
Kali ini, misi tersebut ditujukan untuk pengembangan konstelasi internet satelit orbit rendah Bumi (LEO) berskala besar. Selain menempatkan 18 satelit secara presisi ke orbit, roket ini juga harus membuktikan kemampuannya dalam melaksanakan peluncuran komersial secara andal dan tepat waktu.
"Kami sering mengatakan bahwa penerbangan perdana bertujuan untuk memverifikasi apakah roket tersebut bisa terbang, sementara misi Lijian-2 Y2 memverifikasi apakah roket ini mampu terbang secara berkelompok (dalam jumlah banyak) dan beroperasi dengan andal. Dengan tercapainya tahap ini, kita bisa mengatakan bahwa Lijian-2 telah menjadi wahana peluncur komersial sejati yang mampu beroperasi dalam skala komersial. Ini merupakan perubahan kualitatif," ujar Yang Haoliang, Komandan Utama sekaligus Perancang Utama Roket Peluncur Lijian-2 di CAS Space Technology Co., Ltd.
Lijian-2 adalah wahana peluncur pertama di Tiongkok yang menggunakan konfigurasi inti pendorong umum (common booster core). Tiga inti identik dapat digabungkan layaknya balok susun, yang meningkatkan kapasitas muatan sekaligus mempermudah produksi massal dan menekan biaya.
Selain untuk menyebarkan konstelasi internet satelit, roket ini juga dirancang untuk misi-misi mendatang, seperti pengangkutan kargo berbiaya rendah menuju stasiun luar angkasa.
"Roket kami harus dikembangkan dengan mengacu pada tiga tujuan: kapasitas muatan yang besar, biaya rendah, dan frekuensi peluncuran yang tinggi. Roket Lijian-2 dikembangkan dengan mempertimbangkan ketiga target tersebut. Roket ini memiliki kapasitas muatan sebesar 12 ton ke orbit Bumi rendah (low Earth orbit) dan 8 ton ke orbit sinkron matahari (sun-synchronous orbit) pada ketinggian 500 kilometer," ujar Lian Jie, Wakil Kepala Perancang Roket Pembawa Lijian-2 di CAS Space Technology Co., Ltd.