Colorado, Radio Bharata Online - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi sebuah platform bagi Tiongkok untuk mempromosikan inisiatif-inisiatif globalnya dan menunjukkan kepemimpinannya dalam urusan-urusan internasional, ujar ilmuwan politik Remi Piet pada hari Selasa (12/9) lalu.
Komentar tersebut muncul setelah pembukaan resmi sesi ke-78 Majelis Umum PBB (UN General Assembly/UNGA) pada 5 September 2023, dengan Debat Umum tingkat tinggi yang dijadwalkan akan dimulai pada 19 September 2023 mendatang.
Piet, salah satu pendiri dan mitra senior di Embellie Advisory, sebuah perusahaan konsultan yang berbasis di Qatar, mengatakan bahwa ia berharap Tiongkok akan menggunakan sesi ini sebagai kesempatan untuk mempromosikan inisiatif-inisiatif yang diusulkan dan menjalin hubungan yang lebih dekat dengan negara-negara berkembang.
"Sidang Umum PBB benar-benar merupakan kesempatan untuk mendorong inisiatif seperti Inisiatif Pembangunan Global, Inisiatif Keamanan Global, (yang diusulkan di) Forum Boao (untuk Asia), dan mencoba membangun koalisi yang lebih kuat dengan negara-negara di belahan dunia Selatan untuk dapat mengimbangi dominasi agenda internasional yang dipimpin oleh Barat, serta dapat mendorong inisiatif pembangunan yang lebih besar dan lebih inklusif," ujar Piet.
Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengusulkan Inisiatif Pembangunan Global pada tahun 2021, yang bertujuan untuk meningkatkan kerja sama untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB. Xi mengusulkan Inisiatif Keamanan Global pada tahun berikutnya dengan tujuan untuk memajukan upaya pembangunan perdamaian internasional.
Piet menekankan bahwa kontribusi Tiongkok kepada badan-badan dan upaya PBB, seperti mengirimkan pasukan penjaga perdamaian terbanyak di antara lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, telah menempatkan Tiongkok pada posisi untuk menunjukkan kapasitas kepemimpinannya dalam urusan global.
"Ada peluang yang kuat bagi Tiongkok untuk menunjukkan kapasitas kepemimpinannya melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa. Melalui pasukan penjaga perdamaian, tetapi juga melalui berbagai inisiatif pembangunan inklusif, mitigasi perubahan iklim, dan keamanan. Bagi Tiongkok, PBB adalah arena yang sangat menarik untuk dapat membangun aliansi tersebut dan menunjukkan kapasitas kepemimpinan untuk dapat membangun masa depan di mana negara-negara yang berbeda akan menemukan tempat mereka sendiri tanpa tercampur ke dalam visi yang lebih umum tentang globalisasi internasional yang tidak akan memahami kepentingan negara-negara yang berbeda," jelas cendekiawan tersebut.