Beijing, Bharata Online - Bank Rakyat Tiongkok (People's Bank of China), selaku bank sentral, akan melaksanakan operasi fasilitas pinjaman jangka menengah (Medium-Term Lending Facility/MLF) bertenor satu tahun senilai 700 miliar yuan (sekitar 1.900 triliun rupiah) pada hari Senin (26/10), guna menjaga likuiditas yang memadai dalam sistem perbankan negara tersebut.

Bank sentral menyatakan bahwa operasi MLF ini akan dilakukan melalui tender dengan suku bunga variabel dan jumlah yang telah ditetapkan, menggunakan mekanisme lelang dengan harga beragam (multiple-price auction).

MLF merupakan instrumen kebijakan moneter yang digunakan oleh bank sentral untuk menyediakan basis uang jangka menengah, yang dapat disalurkan melalui proses tender.

Diperkenalkan pada tahun 2014, instrumen ini membantu bank komersial dan bank kebijakan dalam menjaga likuiditas dengan memungkinkan mereka meminjam dana dari bank sentral menggunakan surat berharga sebagai agunan.