Rabat, Radio Bharata Online - Sejauh ini tidak ada korban dari Tiongkok yang dilaporkan sejak gempa bumi dahsyat menghantam Maroko pada Jum'at (8/9) malam, yang merenggut nyawa lebih dari 2.000 orang, kata Duta Besar Tiongkok untuk negara tersebut.
Gempa berkekuatan 7,0 skala Richter, yang paling mematikan di Maroko dalam lebih dari enam dekade terakhir, menghantam bagian selatan kota bersejarah Marrakesh pada pukul 23.11 waktu setempat (2211 GMT) pada hari Jum'at (8/9) pada kedalaman 18,5 kilometer.
Menurut laporan yang diperbarui pada Senin (11/9) malam oleh Kementerian Dalam Negeri Maroko, bencana ini telah menewaskan 2.862 orang dan melukai 2.562 lainnya.
"Setelah gempa bumi, kedutaan kami segera mengaktifkan mekanisme darurat, mengeluarkan peringatan perlindungan dan menjaga komunikasi yang erat dengan Asosiasi Tionghoa di Luar Negeri, Asosiasi Perusahaan Tiongkok, dan tim medis di Maroko. Kami menghubungi beberapa delegasi domestik yang menghadiri Konferensi Internasional ke-10 tentang Geopark Global UNESCO dan juga menghubungi Kementerian Luar Negeri Maroko untuk memeriksa korban. Sejauh ini, kami tidak menerima laporan adanya korban warga negara Tiongkok atau warga Tiongkok di luar negeri yang menjadi korban dalam gempa bumi tersebut," ujar Duta Besar Tiongkok untuk Maroko, Li Changlin, dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network (CGTN).
Saat ini, kedutaan besar secara umum tidak terpengaruh, dan akan terus mengikuti perkembangan situasi di Maroko, katanya. Sementara itu, perusahaan-perusahaan yang didanai oleh Tiongkok akan didorong dan dipandu untuk berpartisipasi aktif dalam pekerjaan bantuan gempa.
Kedutaan juga akan berkomunikasi secara dekat dengan pihak Maroko untuk mengidentifikasi kebutuhan Maroko dalam bantuan gempa bumi dan rekonstruksi pasca bencana, dan memberikan bantuan yang diperlukan.
"Saat ini, Palang Merah Tiongkok telah mengumumkan bahwa mereka akan memberikan bantuan darurat berupa uang tunai sebesar 200.000 dolar AS (sekitar 3 miliar rupiah) kepada Bulan Sabit Merah Maroko, dan Badan Kerja Sama Pembangunan Internasional Tiongkok juga telah mengumumkan bahwa mereka bersedia memberikan bantuan kemanusiaan darurat," kata Li.