Jiangxi, Radio Bharata Online - Upacara peluncuran Aliansi Pariwisata Internasional Kota-Kota Jalur Sutra diadakan di Kota Jingdezhen di Provinsi Jiangxi, Tiongkok timur pada hari Jum'at (1/9) lalu, bersamaan dengan serangkaian kegiatan lainnya, termasuk Forum Internasional tentang Pengembangan Budaya dan Pariwisata Kota-Kota Jalur Sutra 2023.
Jingdezhen adalah salah satu kota wisata utama di Tiongkok, yang dikenal sebagai ibu kota porselen dunia yang telah berusia ribuan tahun. Kota ini menjadi saksi berdirinya aliansi, yang terdiri dari 58 kota dari 26 negara di seluruh dunia.
Sejumlah perwakilan pemerintah, diplomat yang berbasis di Tiongkok, pakar industri, dan para elit dari berbagai negara berpartisipasi dalam upacara peluncuran pada hari Jum'at (1/9) lalu.
Menurut pejabat dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tiongkok, aliansi ini bertujuan untuk lebih mempromosikan pertukaran dan kerja sama humanis internasional di bawah Prakarsa Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/BRI), dan membangun jembatan bagi kota-kota anggota untuk memperdalam pertukaran persahabatan dan kerja sama praktis di bidang pariwisata.
"Aliansi ini bertujuan untuk menciptakan platform bagi kota-kota pariwisata terkenal di seluruh dunia untuk mempromosikan, bekerja sama, dan berkomunikasi satu sama lain, menumbuhkan semangat berbagi dan saling menguntungkan," kata Wan Ting, Wakil Direktur Network of International Culturalink Entities di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tiongkok.
Perwakilan asing memandang aliansi ini sebagai awal yang baru untuk kerja sama pariwisata di antara negara-negara BRI.
"Kami rasa aliansi seperti ini sangat penting untuk pariwisata. Mereka membuat destinasi menjadi terlihat, tetapi juga mendorong perdamaian dan kerja sama yang baik antar negara. Saya berharap hal ini dapat membawa lebih banyak perhatian ke wilayah ini dan juga ke aliansi secara umum," ujar Suleiman Farajat, Walikota Wilayah Petra di Yordania.
Bersamaan dengan upacara peluncuran, sebuah forum internasional tentang pengembangan budaya dan pariwisata Kota-kota Jalur Sutra diadakan di Jingdezhen. Para perwakilan asing mengeksplorasi berbagai jalan untuk pengembangan inovatif dalam industri budaya dan pariwisata.
"Saya pikir hari ini kita melakukan langkah besar untuk globalisasi pariwisata. Saya pikir Prakarsa Sabuk dan Jalan memberi kita kesempatan untuk bertemu dengan 30 negara lainnya dan membangun semuanya bersama-sama, menciptakan alternatif baru untuk investasi, untuk pembiayaan, itu yang diharapkan. Pariwisata membutuhkan hal-hal baru dan ini adalah hal yang baru. Dalam politik, tidak ada ruang kosong. Dalam ekonomi, tidak ada ruang kosong. Jadi kami mengambil ruang ini, dan ini sangat penting, sebuah langkah yang sangat besar," ujar Vinicius Lummertz, mantan Presiden Institut Pariwisata Brasil.
Acara ini juga menandai pembentukan Deklarasi Jingdezhen, yang mewujudkan prinsip-prinsip "konsultasi yang luas, kontribusi bersama, dan manfaat bersama," yang menyambut semua negara yang mengakui semangat Jalur Sutra.
Deklarasi ini akan mengikuti pendekatan yang berpusat pada turis untuk membuat perjalanan menjadi lebih nyaman sambil menghargai integrasi, sinergi, dan membina ikatan yang lebih kuat di antara masyarakat negara-negara di Jalur Sutra.