Beijing, Bharata Online - Tiongkok menyambut baik bisnis dari seluruh dunia, termasuk perusahaan-perusahaan AS, untuk memanfaatkan peluang yang muncul dari pembangunan berkualitas tinggi di Tiongkok dan berbagi dividen pembangunan dari pasarnya yang sangat besar, kata Guo Jiakun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Guo menyampaikan pernyataan itu dalam konferensi pers pada hari Senin (19/1) di Beijing sebagai tanggapan atas pertanyaan media tentang investasi di Tiongkok, mengutip survei terbaru oleh Kamar Dagang Amerika di Tiongkok (AmCham China), yang menunjukkan bahwa proporsi perusahaan AS di Tiongkok yang optimis terhadap pertumbuhan pasar Tiongkok sedang meningkat.

Laporan survei menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden memperkirakan akan memperoleh keuntungan atau sangat menguntungkan pada tahun 2025. Lebih dari 70 persen melaporkan tidak ada rencana untuk memindahkan operasi, dan hampir 60 persen berencana untuk meningkatkan investasi di Tiongkok.

Guo menekankan bahwa survei tersebut menyoroti pasar Tiongkok yang sangat besar sebagai peluang global.

"Pasar Tiongkok yang sangat besar menawarkan peluang luar biasa bagi dunia, dan berinvestasi di Tiongkok berarti tetap unggul dan menghasilkan keuntungan. Keberhasilan perusahaan-perusahaan Amerika di Tiongkok menunjukkan bahwa Tiongkok dan AS memperoleh manfaat dari kerja sama, dan hubungan yang stabil, sehat, dan berkelanjutan adalah kepentingan kedua belah pihak," kata Guo.

"Tahun ini menandai dimulainya Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030). Ekonomi Tiongkok semakin berkembang dan pendorong pertumbuhannya meningkat. Tiongkok akan tetap menjadi sumber stabilitas, pertumbuhan, dan inovasi bagi ekonomi dunia. Kami menyambut perusahaan-perusahaan AS dan perusahaan asing lainnya untuk memanfaatkan peluang pembangunan berkualitas tinggi Tiongkok dan memperoleh manfaat besar dari pasar Tiongkok yang bernilai triliunan yuan," ujarnya.