BEIJING, Radio Bharata Online - Babak baru konflik Palestina-Israel telah merenggut lebih dari 11.000 nyawa di Gaza, dan memicu seruan yang semakin kuat di seluruh dunia untuk segera melakukan gencatan senjata, dan mengakhiri pertumpahan darah secepatnya.

Sejak pecahnya konflik yang sedang berlangsung, Tiongkok telah memelihara komunikasi yang erat dengan pihak-pihak terkait, berpartisipasi aktif dalam konsultasi Dewan Keamanan PBB, dan melakukan segala upaya untuk mendorong perundingan perdamaian dan menenangkan situasi.

Agar berhasil menyelesaikan masalah Palestina-Israel, Tiongkok menyarankan empat prinsip berikut ini ;

Pertama, Tiongkok selalu menganut paham kemanusiaan.

Melindungi warga sipil dalam konflik bersenjata merupakan garis merah yang diatur dalam hukum humaniter internasional. Tiongkok menjunjung tinggi bahwa semua negara mempunyai hak untuk membela diri, namun harus mematuhi hukum internasional, khususnya hukum humaniter internasional, dan menjamin keselamatan warga sipil.

Untuk meringankan krisis kemanusiaan di Gaza, Tiongkok telah memberikan bantuan tunai darurat kemanusiaan kepada Otoritas Nasional Palestina, dan Badan Bantuan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina, serta makanan, obat-obatan, dan bantuan material kemanusiaan darurat lainnya ke Gaza.

Kedua, Tiongkok bersikukuh bahwa penyelesaian politik adalah satu-satunya jalan keluar.

Di Timur Tengah, di mana konflik agama, etnis, sejarah, dan banyak aspek lainnya saling terkait erat, ketertiban tidak dapat dibangun dengan melancarkan perang. Hukum rimba hanya akan membuat Timur Tengah semakin tidak stabil.

Sebagai presiden bergilir Dewan Keamanan PBB bulan ini, Tiongkok berupaya memperkuat koordinasi dengan semua pihak, terutama negara-negara Arab, menegakkan keadilan, membangun konsensus, dan melakukan upaya tiada henti untuk meredakan konflik dan memulihkan perdamaian.

Ketiga, multilateralisme menjadi prinsip dasar Tiongkok untuk meredakan situasi.

Dalam beberapa hari terakhir, Zhai Jun, utusan khusus pemerintah Tiongkok untuk masalah Timur Tengah, telah mengunjungi Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania dan negara-negara lain, menghadiri KTT Perdamaian Kairo, dan bertemu dengan sekretaris -jendral Liga Arab, menyerukan gencatan senjata mendesak untuk meredakan konflik, dan menciptakan kondisi untuk memulai kembali proses perdamaian.  Pada tanggal 27 Oktober, Tiongkok, salah satu sponsor rancangan resolusi PBB di negara-negara Arab, dengan tegas memberikan suara mendukung seruan gencatan senjata antara Palestina dan Israel, pada sesi khusus darurat Majelis Umum PBB. Posisi Tiongkok, yang didasarkan pada fakta, hukum, hati nurani, keadilan, dan suara kuat dari seluruh dunia, telah mendapat dukungan luas di komunitas internasional.

Keempat, mengatasi gejala dan akar permasalahannya adalah sikap konsisten Tiongkok dalam mendorong perdamaian di Timur Tengah.

Beijing sangat yakin bahwa jalan keluar mendasar dari permasalahan Palestina, yang merupakan inti permasalahan Timur Tengah, terletak pada penerapan solusi dua negara, yang menjamin negara Palestina merdeka sesuai perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukota negaranya.  (Xinhua)