Beijing, Radio Bharata Online - Wang Wenbin, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, dalam konferensi pers di Beijing pada hari Senin (28/8) mengatakan Tiongkok mendesak Amerika Serikat untuk berhenti mencampuri masalah Laut Tiongkok Selatan.
Wang mengomentari pernyataan AS yang menyatakan bahwa "klaim maritim ekspansif Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Laut Tiongkok Selatan tidak sesuai dengan hukum internasional sebagaimana tercermin dalam Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)".
"Kami telah memperhatikan bahwa tidak ada konten yang relevan dalam siaran pers Kementerian Pertahanan Indonesia. Menurut kedutaan besar Tiongkok di Indonesia, pihak Indonesia mengatakan bahwa informasi yang dirilis oleh AS tidak sesuai dengan fakta. Ini bukan pertama kalinya hal ini terjadi. Saya tidak tahu apakah ini adalah contoh lain dari diplomasi AS yang bersifat memaksa, atau berbohong, atau provokatif," kata Wang.
"Tapi saya ingin menekankan bahwa ini adalah aspirasi dan kepentingan bersama negara-negara di kawasan ini untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut Tiongkok Selatan serta bersatu dan bekerja sama untuk pembangunan. AS harus sungguh-sungguh menghormati upaya negara-negara di kawasan ini untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut Tiongkok Selatan, berhenti mencampuri masalah Laut Tiongkok Selatan, berhenti menabur perselisihan dan mengobarkan masalah, dan tidak boleh menjadi perusak perdamaian dan stabilitas di Laut Tiongkok Selatan," tegasnya.