SHANGHAI, Radio Bharata Online - Para pejabat dan pakar pada hari hari Kamis mendesak lebih banyak upaya untuk mendorong kerja sama yang praktis dan substansial, di antara usaha kecil dan menengah, dalam kerangka Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik, agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian global.

Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok, Xu Xiaolan, menyerukan komitmen teguh untuk mendorong integrasi ekonomi di seluruh kawasan Asia-Pasifik, sambil merintis jalan baru bagi pertumbuhan UKM.

Xu mengatakan, badan-badan ekonomi harus bekerja sama untuk melaksanakan Visi APEC Putrajaya 2040, dengan fokus pada bidang-bidang prioritas bagi usaha kecil, menengah dan mikro di APEC.

Saat upacara pembukaan Konferensi dan Pameran Teknologi Usaha Kecil dan Menengah APEC ke-12 yang diadakan di Qingdao, provinsi Shandong, pada hari Kamis, Xu mengatakan, seruan ini termasuk menstimulasi potensi usaha-usaha tersebut dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan dukungan bagi pengusaha muda dan perempuan, memberikan bimbingan kewirausahaan, dukungan pembiayaan, pelatihan dan sumber daya pasar, serta menciptakan lingkungan yang mendukung, untuk mendorong pembangunan inklusif di kawasan Asia-Pasifik.  Lebih dari 103.000 usaha kecil dan menengah yang terspesialisasi dan inovatif, telah dikembangkan di Tiongkok. Mereka memainkan peran penting dalam meningkatkan ketahanan dan stabilitas rantai industri dan rantai pasokan.

Dari Indonesia, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, penting untuk membangun mekanisme kerja sama internasional, untuk meningkatkan sinergi rantai pasokan antara negara-negara APEC, yang secara signifikan mendukung pengembangan UKM untuk memperkuat daya saing bisnis, dan meningkatkan kemitraan UKM dalam perdagangan internasional.

Teten berharap melalui kesempatan ini, dapat terjalin kolaborasi antara Indonesia dan Tiongkok dalam pemberdayaan UKM melalui teknologi, untuk mendorong pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. (China Daily)