California, Radio Bharata Online - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengatakan bahwa hubungan Tiongkok-AS harus dilihat dan dipahami dalam konteks yang luas bahwa perubahan global yang belum pernah terjadi selama satu abad ini telah meningkat pesat dalam pertemuan puncaknya dengan Presiden AS, Joe Biden, di Filoli Estate, sebuah rumah pedesaan yang berjarak sekitar 40 km sebelah selatan San Fransisco, California, pada hari Rabu (15/11).

"Hubungan Tiongkok-AS, sebagai hubungan bilateral yang paling penting di dunia, harus dilihat dan dipahami dalam konteks yang luas bahwa perubahan global yang belum pernah terjadi selama satu abad ini semakin cepat. Hubungan ini harus berkembang dengan cara yang menguntungkan kedua negara dan memenuhi tanggung jawab kita untuk kemajuan manusia," kata Xi dalam pidato pembukaannya.

Presiden Tiongkok itu menunjukkan bahwa hubungan Tiongkok-AS tidak pernah berjalan mulus selama 50 tahun terakhir dan lebih dari itu, tetapi terus bergerak maju dengan lika-liku.

"Hubungan Tiongkok-AS tidak pernah berjalan mulus selama 50 tahun terakhir dan lebih, karena selalu terbentur masalah ini dan itu, namun tetap bergerak maju dalam lika-liku. Bagi dua negara besar seperti Tiongkok dan Amerika Serikat, berpaling dari satu sama lain bukanlah sebuah pilihan. Tidak realistis bagi satu pihak untuk merombak pihak lainnya. Dan konflik dan konfrontasi memiliki konsekuensi yang tak tertahankan bagi kedua belah pihak," katanya.

Xi menggarisbawahi pandangannya yang konsisten bahwa persaingan negara besar bukanlah tren yang berlaku saat ini dan tidak dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi Tiongkok dan Amerika Serikat atau dunia pada umumnya.

"Planet Bumi ini cukup besar bagi kedua negara untuk berhasil. Saya sangat yakin akan masa depan yang menjanjikan untuk hubungan bilateral," katanya.

Presiden Tiongkok itu juga mencatat bahwa sebagai pemimpin hubungan Tiongkok-AS, ia dan Presiden Biden memikul tanggung jawab yang berat bagi kedua negara, bagi dunia, dan bagi sejarah.

"Saya berharap dapat melakukan pertukaran pandangan yang mendalam dan mencapai pemahaman baru dengan Bapak Presiden mengenai isu-isu strategis dan menyeluruh yang penting bagi arah hubungan Tiongkok-AS dan isu-isu utama yang mempengaruhi perdamaian dan pembangunan dunia," kata Xi.

Dalam pidato pembukaannya, Biden mengatakan kepada Xi bahwa "Bapak Presiden, kita sudah saling mengenal sejak lama. Pertemuan kita selalu jujur, lugas, dan bermanfaat. Saya menghargai percakapan kita karena saya pikir sangat penting bagi Anda dan saya untuk memahami satu sama lain dengan jelas, dari pemimpin ke pemimpin, tanpa kesalahpahaman atau miskomunikasi. Kita harus memastikan bahwa persaingan tidak berbelok menjadi konflik. Dan kita juga harus mengelolanya secara bertanggung jawab."