Beijing, Radio Bharata Online - Mao Ning, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, dalam sebuah konferensi pers di Beijing pada hari Senin (13/11) mengatakan Tiongkok meminta kedua belah pihak dalam konflik Palestina-Israel untuk segera menghentikan pertempuran.
Pernyataan Mao muncul setelah kompleks rumah sakit terbesar di Gaza, Rumah Sakit Al-Shifa, rusak akibat serangan udara Israel dan sebagian besar departemen berhenti beroperasi.
"Konflik di Gaza telah berlangsung lebih dari sebulan. Situasi kemanusiaan setempat sangat suram. Nasib Rumah Sakit Al-Shifa melambangkan krisis kemanusiaan di Gaza. Tiongkok mendesak kedua belah pihak yang terlibat dalam konflik Palestina-Israel untuk segera melakukan gencatan senjata, melindungi warga sipil secara penuh dan meningkatkan bantuan kemanusiaan. Semua pihak yang berkepentingan di komunitas internasional harus mengambil langkah-langkah praktis dan melakukan upaya yang lebih besar untuk mengakhiri tragedi ini," kata Mao.
Konflik Gaza yang dahsyat yang pecah pada 7 Oktober 2023 telah merenggut lebih dari 12.500 nyawa di pihak Palestina dan Israel, menurut data yang dirilis oleh otoritas kesehatan di kedua belah pihak pada hari Minggu (12/11) lalu.