Washington D.C., Bharta Online - Seorang pakar AS mengatakan, kunjungan Presiden AS, Donald Trump, ke Tiongkok mendatang dapat membantu meningkatkan lingkungan bisnis bagi perusahaan-perusahaan Amerika yang beroperasi di negara tersebut, meskipun masih ada hambatan tarif dan non-tarif.

Trump akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok dari tanggal 13 hingga 15 Mei 2026 atas undangan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.

Dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network (CGTN) pada hari Senin (11/5), Jeff Moon, mantan Asisten Perwakilan Perdagangan AS untuk Tiongkok, mengatakan bahwa hubungan perdagangan Tiongkok-AS kemungkinan akan terus terpengaruh oleh berbagai langkah tarif dan non-tarif, tetapi kunjungan tersebut tetap dapat membantu perusahaan-perusahaan AS untuk menavigasi pasar Tiongkok dengan lebih lancar.

Moon menunjukkan bahwa kebijakan tarif Trump telah menghasilkan hasil yang beragam, menambahkan bahwa tarif dan hambatan non-tarif antara kedua negara kemungkinan akan tetap ada.

"Tarif menghasilkan hasil yang beragam. Kebijakan tarif Presiden Trump telah menghasilkan konsesi signifikan dari beberapa mitra dagang berupa pengurangan tarif dan janji investasi. Tetapi tarif meningkatkan biaya dan menimbulkan komplikasi buatan dalam hubungan komersial. Pandangan saya secara keseluruhan adalah bahwa saya lebih menyukai perdagangan bebas dan tidak mendukung tarif maupun hambatan non-tarif. Tetapi hubungan perdagangan AS-Tiongkok selalu menderita akibat tarif dan hambatan non-tarif dan situasi itu kemungkinan akan berlanjut hingga masa mendatang yang tidak terbatas," ujarnya.

Trump diperkirakan akan didampingi oleh delegasi pemimpin bisnis AS terkemuka selama kunjungannya, yang menurut Moon dapat membantu perusahaan yang beroperasi di Tiongkok dan memastikan kekhawatiran dan saran mereka tercermin dalam diskusi kebijakan.

"Para eksekutif perusahaan menginginkan stabilitas geopolitik dan persaingan yang adil di Tiongkok. Mereka tahu bagaimana merancang dan memproduksi produk unggulan serta bagaimana bersaing di pasar luar negeri. Tetapi mereka tidak dapat mengendalikan ketegangan geopolitik antar negara dan di pasar dunia. Dan mereka tidak dapat mengendalikan banyak hambatan non-tarif dalam berbisnis yang mereka hadapi di Tiongkok. Pemerintah dapat membantu mengatasi masalah-masalah tersebut, oleh karena itu penting bagi para eksekutif perusahaan untuk berpartisipasi dalam acara-acara puncak untuk memastikan bahwa pandangan mereka didengar dan dipertimbangkan dalam hasil kebijakan," jelasnya.