MAKAU, Bharata Online - Pemerintah Daerah Administratif Khusus (SAR) Makau mengadakan upacara pengibaran bendera yang khidmat pada hari Sabtu di Lapangan Teratai Emas untuk menandai peringatan ke-26 kembalinya Makau ke Tiongkok.
Pada pukul 8 pagi, pasukan kehormatan mengawal bendera nasional Tiongkok dan bendera Daerah Administratif Khusus Makau ke alun-alun. Saat band militer memainkan lagu kebangsaan, kedua bendera tersebut dikibarkan perlahan, berkibar tertiup angin.
Upacara tersebut dihadiri oleh Sam Hou Fai, kepala eksekutif Daerah Administratif Khusus Makau; Zheng Xinchong, direktur Kantor Penghubung Pemerintah Pusat di Daerah Administratif Khusus Makau; pejabat senior Daerah Administratif Khusus Makau; dan perwakilan dari berbagai sektor masyarakat.
Anggota Dewan Legislatif Makau, Song Pek Kei, menyoroti perkembangan luar biasa Makau selama 26 tahun terakhir dalam sebuah wawancara dengan China Media Group (CMG). Ia mencatat bahwa tahun depan menandai dimulainya periode Rencana Lima Tahun ke-15, di mana Makau akan mulai mempersiapkan rencana pembangunan "Tiga-Lima". Ia mengatakan bahwa kawasan ini harus mengambil peran yang lebih proaktif dalam menyelaraskan diri dengan pembangunan strategis negara, yang akan membuka peluang baru bagi pertumbuhan Makau.
Song juga mendorong kaum muda Makau untuk aktif mengembangkan diri dan mengejar ambisi pribadi mereka sambil berkontribusi pada pembangunan nasional yang lebih luas. Ia menekankan bahwa kaum muda memainkan peran penting dalam mendukung kebijakan "Satu Negara, Dua Sistem" dan berkontribusi pada kemakmuran dan kekuatan bangsa.
Huang Tzu Tsai, seorang warga muda Makau, mengatakan kepada CMG bahwa melihat bendera nasional Tiongkok dan bendera Daerah Administratif Khusus Makau berkibar bersamaan membuatnya merasa bangga dan terharu. "Selama 26 tahun sejak Makau kembali, Makau telah menikmati kemakmuran dan stabilitas yang berkelanjutan, berkat dukungan tak tergoyahkan dari tanah air kita," kata Huang. [CGTN]