JAKARTA, Radio Bharata Online - Surat kabar Amerika Serikat, The Washington Post (WP), membocorkan informasi bahwa sebenarnya Israel tidak menemukan bukti, adanya aktivitas militer Hamas yang substansial di rumah sakit Al-Shifa di Gaza. Informasi ini diperoleh WP merujuk pada seorang diplomat Eropa yang tidak bersedia disebutkan namanya.
Mengutip sumber tersebut, media AS itu menuliskan, "Israel berharap penggerebekan kontroversial itu akan menghasilkan bukti kuat, adanya aktivitas militan yang substansial di Al-Shifa."
"Namun ketiadaan bukti yang jelas hingga saat ini, telah membuat sekutu-sekutu Barat, termasuk Amerika Serikat, meningkatkan tekanan terhadap Israel untuk menerima jeda dalam pertempuran."
Sebelumnya pada hari Kamis (16/11), Koordinator Komunikasi Strategis Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby, mengatakan dalam sebuah briefing bahwa AS yakin Hamas menggunakan rumah sakit Al-Shifa di Gaza untuk tujuan militer.
Pada hari Rabu di sebuah area di Rumah Sakit Shifa, militer Israel melancarkan sebuah operasi yang mentargetkan Hamas. Menurut Layanan Pers militer, tugas utama operasi tersebut adalah untuk mengalahkan Hamas dan menyelamatkan para sandera.
Hamas menolak klaim dari Pentagon dan Gedung Putih bahwa kelompok pejuang Palestina menggunakan rumah sakit al-Shifa sebagai pusat komando, dan menyandera tentara Israel.
Anggota senior Hamas yang berbasis di Qatar, Ezzat El Rashq mengatakan, pasukan pendudukan masih berbohong, karena mereka membawa sejumlah senjata, pakaian dan peralatan, dan menempatkannya di rumah sakit dengan cara yang memalukan.
Dia menambahkan bahwa Hamas telah berulang kali meminta komite dari PBB, WHO dan Komite Palang Merah Internasional, untuk memverifikasi klaim Israel atas terowongan Hamas di bawah rumah sakit Gaza. Namun Israel terus-menerus menolak seruan pembentukan tim internasional independen, untuk menyelidiki situasi di al-Shifa. (Al Jazeera)