Jakarta, Bharata Online - Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), berkolaborasi dengan CITIC Press Group, dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia, menggelar peluncuran buku "Mengakhiri Kemiskinan dan Menanggulangi Ketimpangan: Sebuah Manifesto untuk Tindakan Pribadi dan Sosial" pada hari Senin (15/12) di Kawasan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Karya Li Xiaoyun, Profesor di Development and Global Agriculture, China Agricultural University, yang diterjemahkan oleh dalam bahasa Indonesia oleh Dr. Pan Yue dari Jinan University itu menyajikan analisis mendalam dan kerangka kerja praktis tentang pengentasan kemiskinan, mengintegrasikan dimensi moral, sosial, dan kebijakan yang telah diimplementasikan oleh Tiongkok.

Buku berjudul asli "The End of Poverty and the Taming of Inequality: A Manifesto for Personal and Social Action" itu juga menjadi platform yang mudah diakses bagi pembuat kebijakan, akademisi, dan masyarakat umum untuk memahami gagasan global tentang pemberantasan kemiskinan melalui tindakan kolektif dan individu.

Menurut Athiqah Nur Alami, Kepala Pusat Riset Politik BRIN, memahami kemiskinan dan ketidaksetaraan tidak hanya membutuhkan analisis ekonomi, tetapi juga wawasan politik tentang bagaimana kebijakan dirancang, bagaimana kebijakan diimplementasikan, dan bagaimana kebijakan diperdebatkan.

"Kemiskinan dan ketidaksetaraan sebenarnya dibentuk oleh struktur pemerintahan, kapasitas negara, koordinasi kebijakan, dan kemampuan institusi untuk menanggapi kebutuhan sosial secara efektif," ujarnya.

"Oleh karena itu, Pusat Riset Politik BRIN berkomitmen untuk menyelenggarakan forum ini guna mengeksplorasi pengalaman Tiongkok dalam mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan dan untuk mengambil pelajaran dari Tiongkok yang mungkin sesuai dengan budaya sosial dan konteks politik unik Indonesia, termasuk dalam konteks sistem demokrasi dan pemerintahan desentralisasi Indonesia," lanjutnya.

Di sisi lain, sang penulis buku Li Xiaoyun mengatakan, lebih dari 900 juta orang Tiongkok telah keluar dari kemiskinan, yang mencakup 75 persen dari populasi miskin global. Faktor inilah yang mendorongnya untuk menulis buku ini guna dibagikan kepada masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Pasalnya, baik dari segi politik maupun skala, jumlah tersebut terbilang sangat luar biasa.  

"Oleh karena itu, banyak orang, termasuk banyak teman-teman Indonesia, juga ingin memahami bagaimana hal itu terjadi, dan apa yang dapat kita bagikan, serta pelajaran dan pengalaman apa yang dapat kita peroleh dari teman-teman lain. Karena itu, buku ini terutama membahas tentang kebijakan," katanya.

"Ini bukan buku yang sistematis. Ini semacam opini yang saya buat selama beberapa waktu, sekitar lima tahun, sebagai penasihat senior pemerintah nasional kami (Tiongkok) untuk mengurangi kemiskinan. Dan saya telah berpartisipasi dan mengusulkan banyak sekali kebijakan yang telah digunakan untuk memandu program pengurangan kemiskinan negara kami," jelasnya.

Selain peluncuran buku, dalam kegiatan ini juga diadakan diskusi dengan tema "Ending Poverty and Reducing Inequality: Learning from China's Experience and Indonesia's Path Forward". Diskusi ini menghadirkan pembicara dari kalangan akademisi Indonesia dan Tiongkok, yaitu Dr. Xu Jin dari China Agricultural University, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto dari Universitas Indonesia, Christine Susanna Tjhin dari Gentala Institute, dan Wasisto Raharjo Jati dari Pusat Riset Politik BRIN, dan dimoderatori oleh Dr. Paulus Rudolf Yuniarto, peneliti dari Pusat Riset Kewilayahan, BRIN.