Beijing, Radio Bharata Online - Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, bertemu dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Irlandia, yang sedang berkunjung, Micheal Martin, di Beijing pada hari Selasa (7/11), dan menyerukan untuk mempromosikan kemitraan strategis yang saling menguntungkan antara Tiongkok dan Irlandia.
Dalam pertemuan tersebut, Wang mengatakan bahwa Tiongkok menghargai pandangan objektif dan rasional Irlandia terhadap perkembangan Tiongkok, dan berharap dapat bekerja sama dengan pihak Irlandia untuk lebih mengkonsolidasikan fondasi politik yang saling menghormati dan perlakuan yang setara serta mempromosikan kemitraan strategis yang saling menguntungkan antara Tiongkok dan Irlandia ke tingkat yang lebih tinggi.
Dalam menghadapi arus balik geopolitik dan proteksionisme yang melonjak, Tiongkok telah mengikuti tren umum sejarah dan bertindak sebagai negara besar yang bertanggung jawab untuk mengadvokasi dan mempraktikkan multilateralisme sejati, membuat globalisasi lebih inklusif, terbuka, dan bermanfaat bagi semua orang, kata Wang.
Ia juga mengatakan bahwa Tiongkok bersedia bekerja sama dengan Irlandia untuk menegakkan peran sentral Perserikatan Bangsa-Bangsa, meningkatkan sistem tata kelola global, dan bersama-sama mengatasi tantangan global.
Dengan memperhatikan tahun ini menandai ulang tahun ke-20 pembentukan kemitraan strategis yang komprehensif antara Tiongkok dan Uni Eropa, Wang mengatakan Tiongkok dan Uni Eropa adalah dua kekuatan besar dunia, pasar besar dan peradaban besar, dengan lebih banyak kerja sama daripada persaingan dan lebih banyak peluang daripada tantangan.
Wang mengatakan kedua belah pihak harus berpegang pada rasa saling menghormati, dialog yang setara dan kerja sama yang saling menguntungkan. Ia pun berharap bahwa Irlandia akan terus memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan pengembangan hubungan Tiongkok-Uni Eropa.
Martin mengatakan bahwa kebijakan Satu Tiongkok telah menjadi posisi yang jelas dari pemerintah Irlandia berturut-turut.
Dia mengatakan Irlandia mengagumi pencapaian pembangunan Tiongkok, menghargai peran utama Tiongkok dalam pemerintahan global, dan bersedia untuk terus memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan dan pertukaran orang-ke-orang antara kedua negara.
Dia juga mengatakan bahwa dalam dunia yang saling bergantung, perdagangan yang terbuka dan bebas serta produksi dan rantai pasokan yang stabil sangat penting. Irlandia tidak setuju dengan proteksionisme, mendukung multilateralisme, dan mendukung diskusi mengenai penyelarasan strategi Global Gateway Uni Eropa dengan Prakarsa Sabuk dan Jalan yang diusulkan Tiongkok.
Kedua belah pihak juga melakukan pertukaran pandangan yang mendalam mengenai isu-isu internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama.
Martin melakukan kunjungan resmi ke Tiongkok dari Senin (6/11) hingga Kamis (9/11) atas undangan Wang.