BEIJING, Radio Bharata Online - Tiongkok dan Uni Eropa (UE), serta negara-negara besar Eropa seperti Perancis, akan meningkatkan komunikasi dan meningkatkan kerja sama.

Para analis pada hari Selasa mengatakan, bahwa pasca KTT San Fransisco, ketegangan Tiongkok-Amerika Serikat (AS) telah mereda sampai tingkat tertentu, dan akan membuka jalan bagi Eropa, untuk lebih pragmatis ketika mengembangkan hubungan dengan Tiongkok.

Karena adanya campur tangan Washington, UE dan beberapa negara anggotanya tidak dapat mengambil kebijakan yang sepenuhnya independen ketika berhadapan dengan Tiongkok.  Namun setelah hubungan Tiongkok-AS stabil, hubungan Tiongkok-UE akan memiliki peluang baru, untuk mencari terobosan terhadap beberapa masalah yang sudah lama ada, seperti Perjanjian Investasi Komprehensif Tiongkok-UE.  Kedua belah pihak juga akan menjajaki kerja sama dalam menangani tantangan yang disebabkan oleh krisis Ukraina, dan konflik Palestina-Israel.

Kantor Berita Xinhua melaporkan, Presiden Tiongkok Xi Jinping pada hari Senin meminta rekannya dari Perancis, Emmanuel Macron, untuk melanjutkan persahabatan tradisional Tiongkok-Prancis dan mendorong hubungan ke tingkat yang baru.

Sementara Macron mengatakan, bahwa dalam situasi internasional saat ini, sangat penting bagi Perancis dan Tiongkok untuk menjaga komunikasi dan kerja sama strategis. Pihak Perancis bersedia menjadikan peringatan 60 tahun penggalangan hubungan diplomatik antara Perancis-Tiongkok tahun depan, sebagai kesempatan untuk mengintensifkan pertukaran tingkat tinggi dengan Tiongkok, dan memperdalam pertukaran dan kerja sama di bidang-bidang seperti ekonomi, perdagangan dan penerbangan, serta pertukaran antar masyarakat dan budaya. (Global Times)