BEIJING, Radio Bharata Online - Presiden Tiongkok Xi Jinping hari Jumat kemarin (3/11) mengadakan pertemuan virtual dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz. Xi Jinping menegaskan, situasi internasioal kini tengah mengalami perubahan sangat besar, bentrokan geopolitik dipergawat, pemulihan ekonomi lemah, dan pikiran Perang Dingin muncul kembali. Tiongkok dan Jerman sebagai negara besar yang bertanggung-jawab tidak saja harus mengembangkan dengan baik hubungan bilateral dan menjadi teladan kerja sama dan kemenangan bersama, lebih-lebih harus membela tata tertib internasional dan mutlilateralisme, dan bergandengan tangan menanggapi tantangan global.

Ini merupakan sekali lagi pertemuan antara kedua pemimpin setelah pertemuan mereka di Beijing pada November tahun lalu. Tahun lalu adalah genap 50 tahun penggalangan hubungan diplomatik Tiongkok-Jerman, Scholz mengadakan kunjungan perdana ke Tiongkok setelah memangku jabatannya tak lama seusai diadakannya Kongres ke-20 PKT. Xi Jinping mengadakan pertemuan dengan Scholz dan kedua pihak merancangkan bersama perkembangan hubungan Tiongkok-Jerman untuk tahap selanjutnya.

Dalam pertemuan virtual kal ini, Xi Jinping menunjukkan, mengupayakan kemajuan bersama dengan berpegang pada semangat saling menguntungkan dan mengupayakan kepentingan bersama, bertolak dari sikap saling melengkapi dan saling belajar merupakan pengalaman berharga dalam hubungan Tiongkok-Jerman selama puluhan tahun ini. Kerja sama Tiongkok-Jerman adalah terbuka dan pragmatis, dan juga terus diperpadat dan terus berkembang. Perdagangan Tiongkok-Jerman kini berkembang dengan stabil, kegairahan investasi dua arah sangat tinggi, dan kerja sama antara kedua negara lebih stabil, kokoh dan dinamis. [CRI]