BEIJING, Bharata Online - Produsen mobil di Tiongkok memperluas jangkauan mereka ke luar negeri, lebih dari sebelumnya.

Menurut Asosiasi Produsen Mobil Tiongkok (CAAM), tahun lalu negara ini mengekspor 7,09 juta kendaraan baru, naik 21,1 persen dari tahun sebelumnya, menjadikannya sebagai negara pengekspor kendaraan terbesar di dunia, dalam tiga tahun berturut-turut.

Kendaraan yang diproduksi tidak hanya dari merek local seperti Chery dan BYD, tetapi juga dari merek global termasuk Tesla, Ford, Hyundai, dan Chevrolet, kini mulai terlihat di berbagai pasar, mulai dari Asia Tenggara dan Amerika Selatan, hingga Eropa dan Timur Tengah.

Salah satu pendorong utama ekspor Tiongkok adalah kendaraan energi baru (NEV), yang ekspornya tahun lalu mencapai 2,61 juta unit, dua kali lipat dari tahun sebelumnya, dan mencakup lebih dari 37 persen dari total ekspor.

Asosiasi tersebut memperkirakan, NEV akan mendorong ekspor kendaraan Tiongkok lebih jauh, hingga 7,4 juta unit tahun ini.

Zhang Yongwei, presiden China EV100, sebuah lembaga pemikir industri yang berbasis di Beijing, mengatakan, bagi produsen mobil Tiongkok, ekspansi ke luar negeri bukan lagi pilihan strategis, tetapi kebutuhan struktural.

Menurutnya,  satu pasar, bahkan sebesar pasar Tiongkok, tetap memiliki keterbatasan, sehingga persaingan akan bergantung, pada siapa yang dapat membangun pijakan yang kuat di luar negeri, dan beroperasi di pasar domestik dan internasional.

Dia mencontohkan Toyota, produsen mobil nomor 1 di dunia, memiliki kapasitas produksi gabungan sekitar 10 juta kendaraan per tahun, dengan hanya 3,4 juta yang diproduksi di Jepang.  Sementara Volkswagen AG, grup mobil terbesar kedua, memproduksi 40 persen dari penjualan globalnya di Tiongkok. (China Daily)