Sanya, Radio Bharata Online - Mantan Perdana Menteri Ethiopia, Hailemariam Desalegn, menyerukan kepada negara-negara Afrika untuk meningkatkan kerja sama dengan Tiongkok untuk mencapai tujuan dalam mentransformasi dan meningkatkan sektor pertanian, serta meningkatkan pembangunan infrastruktur di bawah Prakarsa Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/BRI).
Dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network (CGTN) di Kota Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok selatan, Hailemariam Desalegn, yang juga merupakan Ketua Dewan Aliansi untuk Revolusi Hijau di Afrika (AGRA), berbagi wawasannya tentang kerja sama pertanian antara Tiongkok dan benua Afrika, termasuk negaranya sendiri, Ethiopia.
Hailemariam mengatakan bahwa Afrika adalah wilayah yang paling mirip dengan Afrika dalam hal berbagi pengalaman dan praktik terbaik.
"Jika Anda melihat tren historis dalam transformasi pertanian di Asia, dan secara khusus, Tiongkok adalah yang paling dekat dengan Afrika dalam hal berbagi pengalaman dan praktik terbaik. Dan kita masih berada di tahap di mana Tiongkok berada di tahun 1990-an. Jadi, kami bisa belajar lebih baik dari Tiongkok dalam hal penelitian dan pengembangan, varietas baru yang dapat membantu meningkatkan produktivitas, misalnya, produksi beras. Seluruh Afrika bagian barat sedang mengalami peningkatan program unggulan dan beberapa negara juga di Afrika Timur. Jadi saya pikir kami belajar banyak dari Tiongkok dalam hal meningkatkan produktivitas beras, karena beras merupakan makanan pokok di sebagian besar negara Afrika Barat," paparnya.
Selain itu, ia juga menunjukkan bahwa BRI telah membantu Afrika mencapai "lompatan besar" dalam pembangunan infrastruktur.
"Saya pikir, sejak tahun 2017, saya berada di sini di Tiongkok sebagai perdana menteri negara saya sendiri dan prakarsa tersebut merupakan salah satu tengara dari inisiatif luar biasa yang telah dilakukan Tiongkok. Jadi, Tiongkok telah membuat lompatan besar dalam pembangunan infrastruktur di Afrika dan negara saya sendiri. Jika saya beri tahu Anda, sejak prakarsa ini, kami telah memiliki 770 kilometer jalur kereta api antara Addis Ababa dan Djibouti, yang sangat penting untuk mengangkut hasil pertanian dalam jumlah besar dan mengatasi kemacetan logistik. Jadi saya pikir BRI adalah prakarsa besar, mungkin prakarsa yang belum pernah ada sebelumnya, yang harus diperkuat di masa depan," jelas Hailemariam.