Xi'an, Bharata Online - Mesir dan Tiongkok menyaksikan hubungan yang lebih kuat dalam teknologi pertanian dan pariwisata cerdas seiring dengan semakin dalamnya kerja sama Belt and Road mereka, kata Shady Yehia Abdel-Azim El-Mashad, Wakil Gubernur Provinsi Beheira, Mesir, pada hari Senin (27/4).

Dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network (CGTN) di sela-sela Dialog Walikota Global di Kota Xi'an, Provinsi Shaanxi, Tiongkok Barat Laut, El-Mashad mengatakan hubungan bilateral telah berkembang pesat terutama di bidang pertanian modern, dengan Beheira berupaya menarik investasi Tiongkok lebih lanjut.

Ia menekankan peran Beheira sebagai wilayah pertanian terkemuka di Mesir dan menyuarakan harapan untuk proyek kerja sama skala besar dengan mitra Tiongkok.

"Saya ingin menyampaikan betapa senangnya saya berada di Xi'an, kota yang saya kunjungi enam tahun lalu. Ada banyak bidang di mana kita dapat berkolaborasi dengan kota Xi'an dan dengan Tiongkok secara umum, khususnya di Beheira. Beheira adalah pusat pertanian. Ini adalah kota nomor satu dalam bidang pertanian di Mesir. Oleh karena itu, proyek-proyek yang berkaitan dengan pertanian dapat mencakup program kerja sama skala besar. Kita juga dapat berkolaborasi di bidang industri, karena ada banyak pabrik dan zona investasi di Beheira," ujarnya.

Ketika ditanya apa yang membuat Beheira menonjol bagi investor Tiongkok, El-Mashad menunjuk pada kekayaan warisan sejarah dan budaya provinsi tersebut.

"Beheira memiliki banyak situs bersejarah dan wisata, seperti Wadi El Natrun dan Rosetta. Saya berharap dapat ada kerja sama di bidang pariwisata, khususnya pariwisata cerdas. Ada juga banyak peluang pertanian, industri, dan pariwisata di Beheira. Inilah yang membuat Beheira sangat menarik bagi investor asing, dan merupakan dasar untuk kerja sama," katanya.

Dialog Walikota Global resmi dibuka di Xi'an pada hari Senin (27/4), dan acara tiga hari ini akan berakhir pada hari Rabu (29/4).