Qingdao, Bharata Online - Pelabuhan Qingdao meluncurkan rute pengiriman kontainer baru ke Afrika Barat pada hari Minggu (26/4), semakin memperluas koridor logistik maritim antara Tiongkok dan Afrika dan memberikan momentum baru bagi perdagangan bilateral seiring dengan diberlakukannya kebijakan tarif nol untuk 53 negara Afrika yang memiliki hubungan diplomatik dengan Tiongkok yang diperkirakan akan berlaku pada 1 Mei 2026.

Di Terminal Kontainer Qingdao Qianwan, sebuah kapal kontainer yang membawa barang-barang buatan Tiongkok seperti suku cadang mobil, ban, dan panel surya berlayar menuju pelabuhan-pelabuhan utama Afrika Barat termasuk Tema dan Lagos.

Ini menandai rute pengiriman kontainer kedua ke Afrika yang dibuka Pelabuhan Qingdao tahun ini. Layanan itu akan beroperasi setiap minggu dengan 13 kapal yang bergiliran.

"Pelabuhan Qingdao, sebagai pelabuhan persinggahan reguler utama di Tiongkok utara, kini menawarkan akses langsung ke pusat-pusat komersial utama di Afrika Barat, secara signifikan mempersingkat waktu logistik antara Shandong dan wilayah pedalaman serta Afrika Barat," ujar Shao Chao, Pemimpin Tim Mekanik Brigade Operasi No. 2 di Terminal Kontainer Qingdao Qianwan.

Pelabuhan Qingdao kini mengoperasikan total 11 rute pengiriman kontainer ke Afrika yang mencakup pasar inti benua tersebut di Afrika Timur, Barat, dan Utara. Bersama dengan 32 layanan kereta barang internasional, pelabuhan ini telah membangun jaringan intermoda laut-kereta api yang mencakup 23 negara mitra Prakarsa Sabuk dan Jalan.

Pada kuartal pertama tahun 2026, total nilai ekspor dari Pelabuhan Qingdao ke Afrika melebihi 43,56 miliar yuan (sekitar 109,87 triliun rupiah), meningkat 26,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di antaranya, tingkat pertumbuhan ekspor produk mekanik dan listrik serta produk teknologi tinggi masing-masing mencapai 37,4 persen dan 25,7 persen.