Vladivostok, Radio Bharata Online - Konsep dunia unipolar adalah milik masa lalu dan dunia multipolar sedang berkembang, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pada hari Rabu (13/9), seraya menambahkan bahwa Rusia memiliki posisi yang sama dengan Tiongkok dalam berkontribusi pada dunia multipolar yang lebih adil.

Zakharova berbicara dengan China Media Group (CMG) di sela-sela Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-8. Acara empat hari ini dibuka pada hari Minggu (10/9) dengan tema "Menuju Kerjasama, Perdamaian dan Kemakmuran".

"Konsep dunia unipolar sudah menjadi masa lalu. Konsep ini telah gagal terwujud sebagai sebuah kenyataan, meskipun beberapa orang berharap setidaknya akan ada dalam teori. Terlepas dari pendekatannya, pendekatan ini tidak berhasil, baik dalam teori maupun praktik. Sebuah dunia multipolar sedang muncul. Dunia akan menjadi lebih adil. Kontur dunia multipolar telah terbentuk," kata Zakharova.

Zakharova menekankan bahwa organisasi regional akan menjadi kontributor penting bagi kemunculan dunia multipolar tersebut.

"Organisasi-organisasi regional memiliki agenda-agenda konstruktif untuk membangun dunia multipolar. Mereka didasarkan pada hukum internasional dan prinsip-prinsip dasar Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang selanjutnya mempromosikan prinsip-prinsip seperti saling menghormati, saling menguntungkan, dan persaingan yang adil. Mereka bekerja menuju pembangunan dunia multipolar yang rasional dan sah. Oleh karena itu, mereka memiliki masa depan," jelas Zakharova.

Jubir itu mengatakan hubungan antara Tiongkok dan Rusia telah bertahan dalam ujian waktu meskipun ada perubahan situasi dunia. Ia juga menambahkan bahwa kedua negara memiliki posisi yang sama dalam membangun dunia multipolar.

"Kerjasama antara Tiongkok dan Rusia memiliki prospek yang bagus. Tiongkok dan Rusia adalah tetangga yang baik, dan hubungan ini telah bertahan selama beberapa dekade. Kami secara aktif mempertahankan posisi yang sama atau serupa di panggung internasional untuk satu sama lain, seperti dunia multipolar, yang mewakili tatanan dunia yang lebih adil yang memperhitungkan kepentingan setiap negara daripada blok unilateralis," ujar Zakharova.

"Tiongkok dan Rusia mampu membentuk organisasi regional, bukan untuk memiliki halaman belakang untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan, atau untuk satu pihak mendominasi pihak lain, apalagi kolonialisme atau imperialisme. Sebaliknya, kita dapat menciptakan organisasi yang inklusif yang menarik negara-negara bebas dan merdeka untuk bergabung secara sukarela. Mereka memilih untuk bergabung karena mereka melihat bahwa hal ini akan bermanfaat bagi mereka sendiri. Shanghai Cooperation Organization (SCO) dan mekanisme kerja sama BRICS adalah contoh upaya kolaboratif Tiongkok dan Rusia," papar Zakharova.