Bharata Online - Tiongkok tengah menyaksikan integrasi mendalam teknologi perfilman ke berbagai sektor industri, yang menciptakan beragam skenario aplikasi serta pengalaman inovatif. Perpaduan lintas industri ini dinilai efektif mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi, konsumsi, dan ekspor.

Peningkatan berkelanjutan dalam kualitas gambar dan efek audio film turut mempercepat evolusi serta pembaruan produk elektronik konsumen. Di sejumlah pusat perbelanjaan besar di Tiongkok, semakin banyak perangkat elektronik yang mendukung pemutaran film berkelas tinggi ditawarkan kepada publik, termasuk perangkat dengan teknologi high frame rate 120 frame per detik (fps) dan pemutar 4K HDR (high dynamic range).

Penerapan teknologi pencitraan HDR memungkinkan perangkat tersebut menghadirkan sorotan cahaya yang lebih terang, detail bayangan yang lebih kaya, serta reproduksi warna dan pencahayaan yang mendekati kondisi asli saat proses pengambilan gambar.

“Televisi laser modern telah mengadopsi banyak teknologi perfilman, menghadirkan layar yang lebih besar, kualitas gambar yang lebih baik, serta efek suara yang lebih unggul. Hal ini memungkinkan konsumen menikmati pengalaman menonton layaknya di bioskop dari rumah, sekaligus mendorong peningkatan penjualan toko kami hingga 100 persen,” ujar Li Xinghua, Manajer Penjualan Super Experience Store Suning di kawasan bisnis Xinjiekou, Nanjing, Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur.

Seiring pesatnya pertumbuhan pasar kendaraan energi baru di Tiongkok, konsumen kini juga dapat menikmati pengalaman sinema imersif di dalam kendaraan. Integrasi teknologi audio-visual film dengan kabin pintar kendaraan memungkinkan film berinteraksi dengan pencahayaan ambient, pergerakan kursi, hingga sistem pendingin udara, sehingga menciptakan pengalaman menonton yang menyeluruh di dalam mobil.

“Inovasi ini tidak hanya menambah pilihan hiburan selama perjalanan jarak jauh, tetapi juga mendorong pembaruan dan inovasi di industri otomotif,” demikian pernyataan perusahaan otomotif setempat.

Insinyur Xiaomi Auto, Chen Xianling, menjelaskan bahwa penerapan teknologi audio sinematik mutakhir telah meningkatkan sistem peredaman suara di lebih dari 30 titik utama kabin, didukung lebih dari 200 optimalisasi kebisingan dan penggunaan lebih dari 120 material akustik inovatif. “Hasilnya adalah lingkungan kabin yang jauh lebih senyap, sekaligus menghadirkan pengalaman suara imersif Dolby Atmos yang sebelumnya hanya tersedia di bioskop,” ujarnya.

Di sisi lain, meluasnya penggunaan perangkat pintar seluler serta meningkatnya ekspektasi penonton terhadap kualitas tontonan turut mendorong adopsi teknik produksi film ke industri drama pendek. Sektor yang sebelumnya dikenal berbiaya rendah dan berorientasi pada perputaran cepat ini kini mengalami lonjakan kualitas visual, ritme narasi, dan pengalaman audio-visual.

Transformasi tersebut membantu industri drama pendek beralih dari sekadar mengejar trafik cepat menuju model pengembangan berbasis konten berkualitas, sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru bagi industri budaya dan hiburan Tiongkok.

“Teknologi film secara perlahan namun kuat tengah membentuk ulang berbagai industri, menghadirkan inovasi berkelanjutan dan nilai tambah yang melampaui layar bioskop,” kata Deng Guiyao, Direktur Pusat Audio-Visual di bawah Pusat Pengembangan Budaya Industri Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok (MIIT).