BEIJING, Radio Bharata Online  -Pemerintah Tiongkok mengikuti dengan saksama situasi di Lebanon  pasca Israel melancarkan serangan di negara tersebut sejak akhir September 2024.. Kami menentang tindakan yang melanggar kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial Lebanon, menentang dan mengutuk semua tindakan yang merugikan warga sipil yang tidak bersalah, hal tersebut dikatakan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Selasa(05/11).

Seperti diketahui, Israel telah melancarkan serangan udara besar-besaran di Lebanon terhadap apa yang mereka klaim sebagai menargetkan Hizbullah sejak 23 September 2024. Serangan itu adalah eskalasi dari konflik lintas batas yang berlangsung sepanjang tahun antara Israel dan Hizbullah sejak dimulainya serangan brutal Israel di Jalur Gaza.

Seiring dengan meluasnya konflik ke Lebanon, dengan Israel melancarkan serangan mematikan ke seluruh negeri, lebih dari 3.000 orang telah tewas dan hampir 13.500 lainnya terluka sejak tahun lalu, menurut otoritas kesehatan Lebanon.

Ditambahkan oleh Mao Ning, "Tiongkok menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk segera mengambil tindakan guna meredakan ketegangan dan mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan tersebut," 

Tiongkok, dikatakan oleh Mao Ning, akan terus memainkan peran konstruktif bersama dengan seluruh komunitas internasional untuk meredakan situasi.

Meskipun ada peringatan internasional bahwa kawasan Timur Tengah berada di ambang perang regional di tengah serangan tanpa henti Israel di Gaza dan Lebanon, Tel Aviv memperluas konflik ini dengan meluncurkan serangan darat ke Lebanon selatan pada 1 Oktober.

Sementara itu, Juru bicara PBB Stephane Dujarric pada Senin (4/11) menyatakan meningkatnya dampak pertempuran antara Israel dan Hizbullah terhadap warga sipil Lebanon "sangat mengkhawatirkan".

Dia juga mengutuk terjadinya peningkatan korban jiwa akibat pertempuran antara kedua belah pihak.

Lebanon juga menjadi tempat bertugasnya pasukan PBB penjaga perdamaian di Lebanon (UNIFIL) yang diberi mandat oleh Dewan Keamanan untuk membantu tentara Lebanon menjaga wilayah selatan negara itu bebas dari senjata dan personel bersenjata selain milik negara. [Antara]