BEIJING, Radio Bharata Online – Siswa sekolah dasar dan menengah di Tiongkok memulai semester baru mereka minggu ini. Disaat suhu mulai menghangat, pohon-pohon mulai bersemi dan hari-hari semakin cerah, beberapa anak di seluruh negeri justru berjuang menghadapi dimulainya semester sekolah baru.
Meskipun banyak yang mengalami “sindrom pasca-liburan”, para ahli mengatakan selalu ada cara untuk memudahkan transisi ini kembali ke kehidupan sehari-hari yang normal.
Cui Yonghua, kepala dokter di Rumah Sakit Anak Beijing yang berafiliasi dengan Universitas Kedokteran Ibu Kota, menjelaskan, setelah liburan musim dingin yang menyenangkan, otak anak-anak telah beradaptasi dengan keadaan bebas, santai, gaya hidup yang tidak teratur, dan tingkat stres yang rendah. Oleh karena itu, korteks prefrontal mereka, yakni bagian otak yang bertanggung jawab untuk mengatur emosi, perlu menyesuaikan diri dengan rutinitas sekolah yang akan dihadapi.
Dalam konferensi pers yang diadakan oleh Komisi Kesehatan Nasional pada hari Kamis, Cui mengatakan, kekhawatiran tentang pekerjaan rumah yang belum selesai, tugas kuliah baru, dan ketakutan tertinggal, terpisah dari keluarga, atau terisolasi di kelas, dapat memperburuk perasaan cemas.
Untuk membantu anak-anak beradaptasi, Cui menyarankan agar mereka mengatur ulang jadwal tidur agar sesuai dengan jam sekolah, yakni tiga hingga lima hari sebelumnya, dan membuat rencana belajar untuk mempersiapkan mata kuliah baru.
Pendekatan lain yang layak adalah berinteraksi dengan teman sekelas secara proaktif saat kembali ke kampus, berbagi cerita, atau mendiskusikan rencana belajar bersama, dan terlibat dalam kegiatan kelompok. (China Daily)