AS, Radio Bharata Online - Menurut seorang akademisi dari University of Pennsylvania, lawatan Gubernur California, Gavin Newsom, selama seminggu ke Tiongkok dan kunjungan yang dilakukan oleh para pejabat pemerintah federal AS pada awal tahun ini menunjukkan niat Amerika untuk menstabilkan hubungan dengan Tiongkok.
Newsom memulai perjalanan keempatnya ke Tiongkok dan yang pertama sebagai gubernur California pada hari Senin (23/10), dengan mengunjungi Hong Kong dan Provinsi Guangdong di Tiongkok selatan sebelum tiba di Beijing untuk bertemu dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.
Lawatan Newsom ini dilakukan setelah kunjungan-kunjungan penting sebelumnya yang dilakukan oleh empat pejabat senior AS, yakni Menteri Luar Negeri, Antony Blinken, Utusan Khusus untuk Perubahan Iklim, John Kerry, Menteri Keuangan, Janet Yellen, dan Menteri Perdagangan, Gina Raimondo, ke Tiongkok sejak bulan Juni 2023.
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan China Global Television Network (CGTN), Neysun Mahboubi, Direktur Penn Project on the Future of U.S.-China Relations di University of Pennsylvania, mengatakan bahwa kunjungan-kunjungan ini menunjukkan upaya pemerintahan Biden untuk menstabilkan hubungan di antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut.
"Secara umum, dalam beberapa tahun terakhir, meskipun ada begitu banyak ketegangan antara AS dan Tiongkok di tingkat nasional, pemerintah-ke-pemerintah, selalu ada ketertarikan pada dinamika di tingkat subnasional. Dan saya pikir California bukanlah satu-satunya negara bagian yang berpotensi melihat Tiongkok melalui lensa yang berbeda dari yang kita lihat di Washington. Meskipun demikian, saya masih cenderung memikirkan perjalanan ini dalam parameter kunjungan pejabat pemerintah federal AS lainnya selama beberapa bulan terakhir, yang secara keseluruhan mencerminkan bahwa pemerintahan Biden telah berusaha keras untuk menstabilkan hubungan dengan Tiongkok," katanya.
Kunjungan Newsom ke Tiongkok bertepatan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, ke AS yang dimulai pada hari Kamis (26/10), atas undangan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken. Itu adalah kunjungan tingkat tinggi pertama ke Amerika Serikat oleh seorang pejabat senior Tiongkok setelah beberapa pejabat senior AS mengunjungi Tiongkok tahun ini.
Mahboubi mengatakan bahwa meskipun kunjungan tingkat tinggi itu mungkin tidak akan segera menyelesaikan semua perbedaan antara kedua negara besar ini, namun kunjungan ini dapat berperan dalam mencegah memburuknya hubungan.
"Saya pikir mungkin karena ada orang dewasa di ruangan itu, dan orang dewasa akan menyadari bahwa memiliki dua negara dengan ekonomi besar ini dalam keadaan permusuhan yang berkelanjutan sepanjang waktu bukanlah hal yang cerdas. Jadi, dari sudut pandang itu, masuk akal untuk mencoba menstabilkan hubungan sejauh mungkin. Bukan berarti kita akan menyelesaikan semua masalah yang telah kita lihat dalam beberapa tahun terakhir, tetapi mungkin saat ini adalah saat di mana kita setidaknya dapat menghentikan spiral negatif yang telah mendominasi perhatian kita selama beberapa tahun terakhir," paparnya.