Hainan, Radio Bharata Online -  Final Kompetisi Robot dan Kecerdasan Buatan atau artificial Intelligence (AI) Tiongkok ke-25 resmi dibuka di provinsi pulau selatan Hainan pada hari Selasa (13/6). Acara ini sukses mengumpulkan penggemar AI dan robot sambil menampilkan teknologi mutakhir.

Babak final, yang diadakan baik secara online maupun offline, bakal menyambut tim-tim yang bersaing dari lebih dari 300 universitas di seluruh negeri.

Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, edisi tahun ini memuat lebih banyak mata pelajaran yang mencakup empat kategori, yaitu inovasi, kompetisi, aplikasi, dan tantangan tugas.

Kompetisi tahun ini juga mencakup berbagai bentuk robot seperti humanoid, beroda, berkaki banyak, dan teknologi AI arus utama lainnya. Tujuan utamanya adalah menguji pengetahuan pesaing tentang inovasi robot dan kecerdasan buatan, desain dan aplikasi, tantangan tugas, dan aplikasi pemandangan.

"Kompetisi ini terutama bertujuan untuk menumbuhkan ketangkasan manual dan kemampuan kerja sama tim siswa. Ini merupakan suplemen yang berguna untuk pendidikan konvensional di ruang kelas," kata Piao Songhao, ketua panitia penyelenggara kompetisi tersebut.

Disponsori oleh Chinese Association for Artificial Intelligence (CAAI), ini adalah kompetisi pertama di Tiongkok yang mengusulkan kombinasi penelitian dan pengembangan serta penerapan teknologi utama dalam robotika dan kecerdasan buatan.

Kompetisi tersebut telah diadakan selama 25 tahun berturut-turut sejak tahun 1999. Ini adalah kompetisi robot dan kecerdasan terbesar, paling berpengaruh dan profesional di Tiongkok.

Final tahun ini akan berlangsung selama dua hari, dan hasilnya diharapkan akan diumumkan pada akhir bulan Juni 2023 mendatang.