LABUAN BAJO, Bharata Online - Para pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) membuka pertemuan dua hari KTT ASEAN ke-42, dengan menekankan peran kawasan ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi global melalui persatuan dan kesatuan.
Presiden Indonesia Joko Widodo, yang tahun ini menjabat sebagai ketua bergilir ASEAN, menyambut para pemimpin negara tersebut di Labuan Bajo, sebuah desa nelayan di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan latar belakang Laut Flores yang berwarna biru safir, Jokowi menyampaikan pidato pembukaan, dengan mengutip ketidakpastian geopolitik, dan bagaimana ekonomi global belum sepenuhnya pulih dari pandemi.
Jokowi mengatakan, ASEAN yang bersatu dapat menjadi pemain utama dalam membawa perdamaian dan pembangunan. ASEAN harus memperkuat integrasi ekonominya, memperkuat kerja sama yang inklusif, termasuk implementasi Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional, dan memperkuat arsitektur kesehatan, pangan, dan energi, serta menjaga stabilitas keuangan.
Mengutip tema KTT tahun ini, Jokowi mengajak untuk bekerja keras, menjadikan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan.
Mark Richard Thompson, direktur Pusat Penelitian Asia Tenggara di City University of Hong Kong, mengatakan, bahwa Indonesia berada pada posisi yang "ideal" sebagai ketua bergilir blok regional tahun ini, karena negara kepulauan ini merupakan "kisah sukses ekonomi". Mengutip data dari Bank Pembangunan Asia (ADB), Thompson memuji kemampuan kawasan ini untuk pulih dari pandemi.
Berdasarkan data ADB, kinerja pariwisata yang kuat dan permintaan domestik yang kuat, mendorong ekonomi Asia Tenggara. ADB juga memperkirakan kawasan ini akan tumbuh 4,7% tahun ini, dan 5% tahun depan. (China Daily)