Beijing, Radio Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, pada hari Kamis (27/4) mengatakan Kereta Api Cepat Tiongkok-Eropa telah tumbuh menjadi jalur perdagangan penting melintasi benua Eurasia dan arteri atau urat nadi pengembangan Belt and Road Initiative (BRI) sejak rencana kerja sama diajukan 10 tahun lalu. 

Mao membuat pernyataan tersebut pada konferensi pers di Beijing ketika diminta untuk berbagi rincian lebih lanjut tentang rencana peran Tiongkok-Europe Railway Express oleh pemerintah Tiongkok dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dunia.

"Sejak BRI dikedepankan 10 tahun lalu, Kereta Api Ekspres Tiongkok-Eropa telah menghimpun tenaga dan menjadi jalur perdagangan penting lintas benua Eurasia dan urat nadi kerja sama BRI. Hingga akhir tahun 2022 telah menempuh 65.000 perjalanan dan mengirimkan enam juta TEU kargo senilai 300 miliar dolar AS. Jaringan 82 jalur kini menghubungkan lebih dari 200 kota di 24 negara Eropa, mencakup hampir seluruh Eurasia. Kereta Api Cepat telah menghilangkan hambatan dalam perdagangan lintas batas dan membuka potensi ekonomi pertumbuhan di kawasan itu. Ini adalah karavan baja yang dapat mengkatalisasi konsensus dan menggembleng vitalitas di seluruh benua Eurasia," ungkapnya.

"Kereta Api Tiongkok-Eropa yang ramai merupakan cerminan dari pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang kuat dan komitmen untuk pembukaan tingkat tinggi. Pada kuartal pertama tahun ini, impor dan ekspor Tiongkok dengan negara-negara mitra BRI meningkat sebesar 16,8 persen YoY. Kami yakin Kereta Api Cepat Tiongkok-Eropa akan membawa lebih banyak peluang kerja sama bagi negara-negara di sepanjang rute tersebut dan BRI akan menyuntikkan dorongan baru ke dalam pertumbuhan ekonomi dunia," katanya.