Tarakeshwor, Radio Bharata Online - Sejumlah proyek pembangunan komprehensif yang dibantu oleh Tiongkok di Kota Tarakeshwor, Nepal, telah memberikan manfaat bagi sekitar 10.000 penduduk setempat, dengan sebuah desa kecil di daerah pegunungan menjadi desa model pembangunan berkelanjutan pertama.

Daerah Tarakeshwor terletak di daerah pegunungan utara Kathmandu, ibu kota Nepal. Karena transportasi yang tidak nyaman, sumber air yang tidak mencukupi, dan kurangnya keterampilan bertani para petani, membuat kehidupan penduduk desa selalu sulit.

Yayasan Pembangunan Pedesaan Tiongkok atau China Foundation for Rural Development (CFRD) mendirikan Kantor di Nepal pada tahun 2015, dan sejak saat itu meluncurkan serangkaian proyek pengentasan kemiskinan yang didanai oleh yayasan tersebut. Pada tahun 2022, setelah melakukan investigasi lapangan, yayasan itu pertama kali meluncurkan proyek air minum untuk seluruh desa, membangun tiga tangki penyimpanan air, dan memasang pipa pasokan air sepanjang 5 kilometer untuk menyelesaikan masalah air minum penduduk desa setempat.

"Tiongkok telah menyediakan sistem pasokan air yang secara langsung memberikan manfaat bagi lebih dari 400 rumah tangga di sini dan kami semua telah terbantu," ujar seorang penduduk desa setempat.

Yayasan ini juga telah memberikan sesi pelatihan pengembangan keterampilan pertanian untuk daerah Tarakeshwor dan mempekerjakan para ahli dari Nepal yang terbiasa dengan kondisi tanah dan benih setempat untuk mengajarkan metode penanaman sayuran modern kepada penduduk desa. Selain itu, yayasan ini juga telah berkoordinasi dengan pasar lokal dalam memfasilitasi penjualan domestik dan bahkan ekspor sayuran.

"Saya sangat senang karena mata pencaharian keluarga saya akan meningkat. Sayuran yang saya tanam akan menghasilkan panen yang baik dan akan dijual ke pasar domestik dan bahkan ke luar negeri. Mulai sekarang, kehidupan keluarga saya akan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Saya sangat bangga dan bahagia," ungkap seorang warga bernama Kalpana.

Yayasan ini juga telah meluncurkan proyek Smiling Children untuk menyediakan makanan bergizi bagi 16 sekolah setempat.

"Di masa lalu, sekolah tidak menyediakan makanan. Saya harus membawa bekal makan siang. Jika makanannya dingin, saya hanya bisa makan yang dingin. Sekarang saya bisa makan makanan panas di sini," kata seorang siswa. "Sekarang kami bisa makan makanan seperti pancake, bakso, sayuran, nasi putih, mie goreng, telur, dan susu," kata siswa lainnya.