BEIJING, Radio Bharata Online - Ilmuwan Tiongkok memiliki rencana ambisius, mereka ingin membangun struktur permanen di bulan dengan menggunakan material bulan. Dan sebuah temuan baru-baru ini menunjukkan bahwa ide ini dapat dilakukan.
Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan di National Science Review, sebuah jurnal sains Tiongkok, para ilmuwan negara tersebut telah mengidentifikasi serat kaca alami untuk pertama kalinya, dalam sampel bulan yang diambil oleh misi robotik Chang'e 5.
Sebagaimana dikutip dari China Daily, analisis serat kaca alami ini menunjukkan, bahwa tanah bulan memiliki sifat yang baik dalam hal pembentukan dan pencetakan bahan kaca, sehingga menegaskan kemungkinan pembuatan bahan konstruksi kaca di permukaan bulan. Demikian dikatakan Shen Laiquan, seorang peneliti di Institut Fisika Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, yang memimpin penelitian tersebut.
Bulan lalu, Wu Weiren, seorang akademisi dari Akademi Teknik Tiongkok dan ilmuwan terkemuka di Administrasi Antariksa Nasional, mengatakan bahwa para ilmuwan Tiongkok berencana untuk menggunakan teknologi pencetakan 3D, untuk mengubah tanah bulan menjadi bahan konstruksi, dan kemudian menggunakannya untuk membangun pos-pos ilmu pengetahuan di bulan.
Menurut para peneliti yang berpartisipasi dalam studi baru ini, kaca adalah komponen penting dari tanah bulan. Kaca dihasilkan dari berbagai macam proses non-keseimbangan, termasuk aktivitas vulkanik, hantaman meteorit, dan iradiasi angin matahari.
Zhao Rui, peneliti lain dari Institut Fisika Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, mengatakan bahwa zat kaca tersebut merekam berbagai jenis tumbukan meteorit. Dengan menganalisa kaca yang dihasilkan oleh tumbukan, dapat membantu para ilmuwan menghitung kekuatannya, dan dengan demikian meningkatkan penelitian tentang pembentukan dan evolusi tanah bulan. (China Daily)