Beijing, Radio Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, Shu Jueting, pada konferensi pers hari Kamis (1/6) mengatakan Tiongkok dan anggota Perjanjian Kemitraan Ekonomi Digital atau Digital Economy Partnership Agreement (DEPA) telah membuat kemajuan dalam aksesi Tiongkok ke perjanjian tersebut.
Perjanjian Kemitraan Ekonomi Digital atau Digital Economy Partnership Agreement (DEPA) diluncurkan pada tahun 2020 oleh Chili, Selandia Baru, dan Singapura.
Tiongkok mengajukan permohonan resmi untuk bergabung dengan DEPA pada 1 November 2021 lalu, dan pada 18 Agustus 2022, Tiongkok membentuk kelompok kerja guna memajukan pembicaraan untuk bergabung dengan DEPA, dan meluncurkan negosiasi untuk aksesi terhadap perjanjian tersebut.
Menteri Perdagangan Tioingkok, Wang Wentao, menghadiri pertemuan tingkat menteri antara Tiongkok dan anggota DEPA di sela-sela Pertemuan Menteri APEC 2023 yang Bertanggung Jawab atas Pertemuan Perdagangan di Detroit pada 26 Mei 2023.
Wang mengatakan Tiongkok siap melakukan upaya bersama dengan anggota DEPA guna meningkatkan konsultasi teknis, secara aktif melakukan pertukaran kebijakan, menangani masalah satu sama lain dengan baik, dan terus mendorong kerja sama praktis dalam ekonomi digital.
"Menteri Wang Wentao mengatakan bahwa sejak Tiongkok membentuk kelompok kerja untuk bergabung dengan DEPA, pihak Tiongkok dan anggota DEPA telah bekerja secara efektif dengan hasil yang bermanfaat dan membuat kemajuan dalam hal ini," ujar Shu.
"Saat ini, banyak tempat di Tiongkok yang secara aktif menyelaraskan dengan DEPA dan menjajaki kerja sama di berbagai bidang dengan anggota DEPA. Beberapa proyek telah membuat kemajuan positif. Tiongkok berharap dapat memperkuat kerja sama praktis dengan anggota DEPA sambil mempromosikan negosiasi aksesi, untuk memfasilitasi awal implementasi lebih banyak proyek," lanjutnya.
"Anggota DEPA berbicara positif tentang kemajuan yang telah dibuat kelompok kerja Tiongkok, dan menyatakan kesediaan mereka untuk bekerja dengan pihak Tiongkok untuk mempromosikan konsultasi secara komprehensif di semua tingkatan, memperdalam kerja sama yang relevan dalam ekonomi digital, dan menjajaki lebih banyak peluang kerja sama, sehingga dapat terus mencapai hasil yang positif," tambah Shu.