Beijing, Radio Bharata Online - Xu Wei, Juru Bicara Badan Kerjasama Pembangunan Internasional Tiongkok (China International Development Cooperation Agency/CIDCA) pada hari Senin (18/9) mengatakan Pemerintah Tiongkok telah memutuskan untuk menawarkan bantuan kemanusiaan darurat senilai 30 juta yuan (sekitar 63 miliar rupiah) kepada Libya yang terkena dampak banjir untuk operasi bantuan.
Xu mengatakan pasokan bantuan Tiongkok terutama mencakup tenda, selimut, peralatan pertolongan pertama, pompa air tekan tangan dan perangkat diagnostik ultrasonik Doppler warna portabel, berdasarkan kebutuhan pihak Libya.
Osama Ali, Juru Bicara Departemen Darurat Kementerian Kesehatan Libya pada hari Rabu (13/9) mengatakan banjir mematikan yang disebabkan oleh jebolnya bendungan satu minggu yang lalu telah merenggut nyawa sedikitnya 5.500 orang dan melukai lebih dari 7.000 orang lainnya, dan lebih dari 10.000 orang masih dinyatakan hilang akibat banjir tersebut, sebagian besar di kota Derna di bagian timur.
Al Arabia TV pada hari Sabtu (16/9) melaporkan bahwa Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies/IFRC) mengatakan bahwa lebih dari 800.000 orang di Libya terkena dampak banjir, yang merupakan 11,4 persen dari populasi negara itu.