Harbin, Radio Bharata Online - Serangkaian fasilitas yang diharapkan dapat berkontribusi pada industri luar angkasa Tiongkok dengan mensimulasikan berbagai lingkungan luar angkasa, telah diujicobakan di Kota Harbin di Provinsi Heilongjiang, timur laut Tiongkok.

Dikembangkan oleh Harbin Institute of Technology, fasilitas tersebut dapat menciptakan lingkungan yang mirip dengan permukaan bulan dalam persiapan pendaratan berawak di bulan. Para ilmuwan telah membuat debu berdimensi mikron buatan dengan kinerja yang mirip dengan yang ada di bulan dan Mars.

"Simulator lingkungan debu bulan adalah ruang vakum. Pistol elektronik dipasang di luar kiri ruangan untuk menghasilkan berkas elektron untuk mengisi debu bulan secara negatif. Ada struktur seluler yang terdiri dari 36 lampu deuterium di depan, digunakan untuk menghasilkan sinar ultraviolet ke debu bulan guna memiliki listrik positif bertegangan rendah. Di bagian atas adalah layar getar yang dirancang untuk mensimulasikan debu yang beterbangan di permukaan bulan," ujar Li Liyi, Dekan Institut Lingkungan Luar Angkasa dan Ilmu Material HIT.

"Simulator permukaan bulan yang komprehensif, yang dapat mensimulasikan beberapa lingkungan yang sangat dekat dengan keadaan sebenarnya di bulan, membantu kita untuk mekanisme pembentukan debu bulan di lingkungan seperti itu dan pengaruhnya terhadap pesawat ruang angkasa, kostum ruang angkasa dan astronot serta mempersiapkan kita untuk pendaratan di bulan berawak di masa depan," lanjutnya. 

Selain simulator debu bulan, fasilitas tersebut juga mencakup ruang yang dapat mensimulasikan lingkungan radioaktif.

"Anda dapat melihat anggota staf kami sedang mempersiapkan pengujian peralatan secara komprehensif. Di ruang eksperimen, kami dapat mensimulasikan enam jenis faktor lingkungan utama. Ini adalah fasilitas eksperimen yang dapat mensimulasikan sebagian besar faktor lingkungan dan memiliki kinerja komprehensif yang paling mirip untuk lingkungan ruang nyata di dunia," jelas Li. 

"Melalui fasilitas percobaan simulasi, kita dapat mempelajari hukum dampak lingkungan spasial dan mengeksplorasi esensi fisik pada komponen satelit dan material serta bagian dari berbagai pesawat ruang angkasa," imbuhnya.