NEW YORK, Radio Bharata Online - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyerukan pemerintah dari berbagai negara untuk menyepakati perjanjian digital global, guna memitigasi risiko teknologi digital, dan mengidentifikasi cara untuk memanfaatkannya demi kebaikan umat manusia.

Guterres secara khusus menekankan pada penggunaan Artificial Intelligence (AI) sebagai senjata, yang disebutnya sebagai masalah besar.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (5/6), Guteres mengatakan, para pengembang AI dan yang sudah mengambil keuntungan darinya, sebagian besar telah menyatakan keprihatinan yang mendalam, dan bahkan memohon adanya tata kelola.

Dia mengatakan, bahwa pendekatan nasional dan regional saja tidak cukup dalam penanganan isu global seperti ini.

Menurut Guteres, kesepakatan yang bersifat global, akan memberikan kerangka kerja untuk menyelaraskan pendekatan nasional, regional, dan industri seputar prioritas, prinsip, dan tujuan global.

Guterres juga mengusulkan untuk membentuk badan ahli yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan, yang akan mengkaji pengaturan tata kelola AI, dan menawarkan rekomendasi tentang bagaimana perjanjian tersebut bisa diselaraskan dengan HAM, supremasi hukum, dan kebaikan bersama. (Koran Jakarta)