JAKARTA, Radio Bharata Online - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, pada hari Selasa mendesak para pihak melakukan yang terbaik, guna memastikan kelanjutan Inisiatif Butir Laut Hitam, yang memungkinkan ekspor biji-bijian Ukraina dan produk pertanian lainnya dari pelabuhan di Laut Hitam.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicaranya, Guterres juga meminta para pihak untuk mempercepat operasi, menunjuk pada pengurangan pergerakan kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan laut Ukraina, dan penurunan pasokan bahan makanan penting ke pasar global.

Dalam pernyataannya, Juru Bicara Guteres menyebutkan, ekspor makanan melalui Laut Hitam telah turun dari puncak 4,2 juta metrik ton pada Oktober 2022, menjadi 1,3 juta metrik ton pada Mei 2023, yang merupakan volume terendah sejak kesepakatan biji-bijian mulai beroperasi.

Inisiatif Butir Laut Hitam ditandatangani secara terpisah oleh Rusia dan Ukraina di Istanbul, bersama Türkiye dan PBB pada Juli 2022.

Inisiatif yang awalnya berlaku selama 120 hari, diperpanjang pada pertengahan November 2022 selama 120 hari hingga 18 Maret 2023.  Saat itu, Rusia hanya setuju untuk memperpanjang kesepakatan selama 60 hari, hingga 18 Mei 2023.

Pada 17 Mei, Rusia setuju untuk memperpanjang kesepakatan selama 60 hari lagi.

Sebagai kesepakatan paralel, Rusia dan PBB menandatangani nota kesepahaman tentang fasilitas ekspor makanan dan pupuk Rusia.

PBB sendiri berkomitmen penuh untuk mendukung pelaksanaan, baik inisiatif maupun nota kesepahaman, sehingga ekspor makanan dan pupuk, termasuk amonia dari Rusia dan Ukraina, bisa mencapai pasar di seluruh dunia dengan aman.  (CGTN)